Connect with us

Viral

BGN Buka Suara soal Santri Keracunan MBG di Sidoarjo

BGN mencatat 512 orang terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. SPPG Kalitengah disuspensi 30 hari sementara investigasi terus dilakukan.

Logompn

Published

on

BGN Buka Suara soal Santri Keracunan MBG di Sidoarjo
BGN Buka Suara soal Santri Keracunan MBG di Sidoarjo. Gambar: Instagram/@badangizinasional.ri

MPN Indonesia 3 September 2026 - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan perkembangan penanganan kasus keracunan yang menimpa santri penerima program makan bergizi gratis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Keterangan itu disampaikan pada Rabu (2/9) setelah investigasi awal dilakukan di lapangan.

BGN mencatat 512 orang terdampak, sementara penyebab kejadian masih diselidiki bersama dinas kesehatan.

“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @badangizinasional.ri, Kamis (3/9).

Data sementara menunjukkan sebagian korban masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah dinyatakan sembuh maupun masih dalam tahap observasi.

Rincian korban berdasarkan data Badan Gizi Nasional meliputi:

  • 512 orang terpapar atau terdampak.
  • 80 orang masih menjalani perawatan.
  • 312 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
  • 120 orang masih dalam observasi.

Ketut mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan kepala daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam terkait penanganan kejadian tersebut.

“Namun demikian, kita masih juga melakukan satu observasi sebanyak 120 orang. Kemudian langkah-langkah yang sudah kita lakukan di bagian ini adalah pimpinan kami di bagian sudah melakukan satu komunikasi secara intensif dengan kepala daerah, kemudian dengan pimpinan pondok pesantren MA (Madrasah Aliyah) dan MTs Manbaul Hikam,” ujarnya.

BGN Gandeng Dinas Kesehatan untuk Investigasi

Selain menangani para korban, BGN melakukan investigasi internal bersama dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

Ketut mengatakan hasil investigasi akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.

Baca Juga:  BGN Dikabarkan bakal Hapus Skema Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari

“Kemudian kami juga melakukan tindakan-tindakan internal. Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait. Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujar Ketut.

Sebagai langkah sementara, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kalitengah dikenai suspensi berat selama 30 hari.

Selain itu, Badan Gizi Nasional mengusulkan agar kepala SPPG tersebut dicopot dan diganti.

Ketut mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para santri yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” ujarnya.

Respons Bupati Sidoarjo

Kasus keracunan dilaporkan terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebelumnya mencatat jumlah santri terdampak mencapai 566 orang per Rabu (2/9).

Pemerintah daerah juga melakukan pemeriksaan langsung ke dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan terdapat 170 SPPG di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 31 SPPG belum mengantongi izin sehingga diminta menghentikan sementara operasional.

“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31, sementara tak suruh berhenti dulu, ya. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” ujar Subandi kepada wartawan.

Menurut Subandi, kondisi para santri yang dirawat berangsur membaik. Gejala yang masih dialami sebagian pasien berupa diare dan beberapa di antaranya telah diperbolehkan pulang.

“Sementara hanya diare-diare hari ini juga sudah turun semua. Berarti hampir pasien kita sementara sudah hampir kita nanti sebagian tak suruh pulangkan karena sudah kondisinya agak bagus,” ujarnya.

Baca Juga:  Pesan Siswa SMK Sorong untuk Prabowo usai Dapat Bantuan Fasilitas Pendidikan: Ini Sangat Berarti bagi Kami

Subandi juga membantah kabar mengenai adanya korban jiwa setelah melakukan pengecekan di tiga rumah sakit rujukan.

“Semua pasien tertangani dengan baik. Ya, berarti kalau ada berita yang meninggal itu tidak benar. Ya, kita sudah kita pastikan ada di tiga rumah sakit, ya. Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini, kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik,” tuturnya.

Ia juga meminta para wali santri tetap tenang selama proses penanganan berlangsung.

“Berarti saya mengimbau dari Bapak wali santri semuanya tidak usah ada kekhawatiran. Sampai anak panjenengan semua akan sembuh. Ya, karena sudah kita instruksikan direktur rumah sakit sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang, ya. Jadi tidak usah ada kekhawatiran,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD) 

Trending