Viral
Kepala SPPG Minta Maaf dan Menyesal atas Kejadian Santri Keracunan MBG di Sidoarjo
Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho meminta maaf setelah 566 pelajar terdampak dugaan keracunan MBG di Sidoarjo.
MPN Indonesia 3 September 2026 - Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf atas kejadian dugaan keracunan yang dialami ratusan santri dan pelajar penerima program makan bergizi gratis di Sidoarjo.
Permintaan maaf itu disampaikan pada Rabu (2/9), setelah jumlah pelajar terdampak bertambah menjadi 566 orang.
Peristiwa bermula setelah para penerima menyantap menu makan bergizi gratis yang didistribusikan pada Selasa (1/9).
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli kepada awak media.
Pihak SPPG Ungkap Pengolahan Makanan Sesuai Prosedur
Rafli mengatakan proses pengolahan makanan dilakukan sesuai prosedur yang selama ini diterapkan.
Ia menyebut makanan mulai diolah sejak dini hari sebelum didistribusikan kepada para penerima.
Menurut keterangannya, makanan dikirim sekitar pukul 11.00 WIB. Ia juga menyebut makanan tersebut hanya memiliki daya tahan sekitar empat jam setelah didistribusikan.
Rafli menjelaskan, sebelum dikonsumsi, makanan terlebih dahulu melalui uji organoleptik oleh PIC dari pihak sekolah.
Pemeriksaan dilakukan untuk menilai kualitas makanan sebelum dibagikan kepada para penerima program makan bergizi gratis.
“Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan,” ungkapnya.
Data Keracunan di Sidoarjo Bertambah jadi 664 Pelajar
Per hari ini Kamis (3/9), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 664 orang menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari total tersebut, 77 pasien hingga kini masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan sebanyak 581 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Sementara itu, enam pasien lainnya masih menjalani observasi.
“Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, observasi 6 pasien,” kata Lakhsmie, Kamis (3/9/2026).
Menurut Lakhsmie, kondisi pasien yang masih mendapatkan perawatan secara umum dalam keadaan stabil.
Meski demikian, mereka tetap memerlukan pemantauan serta penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.
“Secara umum (kondisi pasien yang masih menjalani perawatan) stabil,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
