Connect with us

Viral

Viral! 284 Orang Diduga Keracunan di Restoran Korea Bandung, Gerai Tutup Sementara

Sebanyak 284 orang dilaporkan diduga keracunan usai makan di 88 Seoul Bandung. Dinkes melakukan investigasi dan gerai tutup sementara.

Actress 1299250

Published

on

Viral! 284 Orang Diduga Keracunan di Restoran Korea Bandung, Gerai Tutup Sementara
Viral! 284 Orang Diduga Keracunan di Restoran Korea Bandung, Gerai Tutup Sementara. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 7 Oktober 2026 - Sebanyak 284 orang diduga mengalami keracunan setelah makan di 88 Seoul, Bandung, pada 2–3 Oktober 2026.

Para pelanggan melaporkan diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam setelah mengunjungi gerai di 23 Paskal Shopping Center.

Dinas Kesehatan kemudian melakukan investigasi untuk mengetahui sumber kejadian, makanan yang dicurigai, serta penyebab keluhan tersebut.

“Subuhnya langsung diare sampe 3x, besoknya sampe demam tinggi dan menggigil,” tulis salah satu akun dikutip MPN Indonesia dari Threads @nittachandra, Rabu (7/10).

Akun tersebut menyebut diare yang dialaminya terus berlanjut hingga 15 kali. Ia sempat mengira keluhan tersebut merupakan influenza sebelum menjalani pemeriksaan.

Setelah diperiksa, ia menyebut kondisinya dinyatakan sebagai keracunan makanan. Ia juga mengaku masih mengalami demam yang naik turun.

Kasus tersebut kemudian ramai dibicarakan melalui media sosial. Sejumlah pelanggan lain menyampaikan keluhan kesehatan setelah makan di gerai yang sama.

88 Seoul merupakan restoran Korea yang baru membuka gerai di 23 Paskal Shopping Center. Restoran itu mengusung konsep Korean home-style dining.

Pelanggan 88 Seoul Laporkan Sejumlah Keluhan

Laporan lain disampaikan akun Threads @nikearh pada Selasa (6/10). Ia mengaku datang bersama keluarganya pada tanggal yang sama.

“Aku sekeluarga juga makan tanggal segitu, malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali,” tulis akun tersebut.

Ia menduga keluhan yang dialami keluarganya berkaitan dengan banchan. Makanan itu dikonsumsi oleh suaminya dan salah satu anaknya.

Laporan serupa kemudian disampaikan akun @adrian.hkg pada Selasa (6/10). Ia mengaku makan bersama temannya pada Sabtu (3/10).

Baca Juga:  Ratusan Anak di Masjid Baitussalam Bogor Antusias Jalani Ibadah Malam Ramadan berkat Program STAM-SEDH

Keduanya kemudian mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Keluhan yang disebutkan berupa demam, menggigil, mual, serta diare.

Banchan selanjutnya disebut oleh sejumlah pelanggan sebagai makanan yang dicurigai berkaitan dengan keluhan tersebut. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab.

Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui sumber keluhan. Banchan merupakan aneka lauk dalam porsi kecil dalam tradisi kuliner Korea.

Dinas Kesehatan Investigasi Dugaan Keracunan di Bandung

Dinas Kesehatan setempat kemudian menyelidiki laporan yang beredar.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sumber kejadian dan makanan yang dicurigai. Investigasi juga dilakukan untuk menentukan penyebab keluhan para pelanggan.

Berdasarkan informasi yang beredar di Threads, jumlah orang yang dilaporkan terdampak mencapai sekitar 284 orang. Namun, angka tersebut belum terverifikasi saat informasi itu diberitakan.

Angka 284 orang awalnya muncul melalui unggahan akun Threads @shiellalrnc pada Selasa (6/10).

Namun, ia juga menyampaikan bahwa masyarakat sebaiknya menunggu pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Bandung.

Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian setelah banyak pelanggan melaporkan keluhan dalam waktu berdekatan.

Pemeriksaan Diperlukan untuk Menentukan Penyebab

Kejadian ketika banyak orang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama dapat mengarah pada dugaan foodborne outbreak.

Istilah tersebut digunakan ketika penyakit atau keluhan muncul pada banyak orang akibat paparan makanan atau minuman yang sama.

Penyebab gangguan kesehatan tidak selalu dapat diketahui melalui kondisi makanan secara langsung. Makanan yang terlihat normal tetap dapat mengandung mikroorganisme atau toksin.

Paparan tersebut dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan. Gejalanya dapat berupa diare, muntah, demam, hingga dehidrasi.

Investigasi epidemiologi diperlukan untuk menentukan sumber kejadian. Pemeriksaan sampel makanan dan laboratorium juga diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga:  Viral! Pria Lari Tanpa Busana di Lubuklinggau, Keluarga Bantah karena Gagal Tes TNI

Hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai sumber keluhan. Pemeriksaan juga dapat menentukan penyebab gangguan kesehatan yang dialami pelanggan.

Proses investigasi ini menjadi bagian dari penanganan peristiwa di daerah yang melibatkan banyak laporan pelanggan.

88 Seoul Hentikan Sementara Operasional Gerai

Pihak 88 Seoul kemudian menyampaikan tanggapan atas laporan pelanggan. Restoran tersebut menyatakan telah mendengar kekhawatiran sejumlah pelanggan setelah berkunjung ke gerai 23 Paskal.

Pihak restoran menyatakan fokus utamanya adalah memberikan perhatian kepada pelanggan yang menyampaikan keluhan.

Mereka juga menyebut proses operasional dipastikan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pelanggan yang mengalami kondisi serupa atau membutuhkan bantuan diminta menghubungi Customer Care.

Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor 0815 1175 9999 dengan memilih menu “Customer Care”.

Sebagai tindak lanjut, 88 Seoul menghentikan sementara operasional gerai 23 Paskal pada 7-8 Oktober 2026.

Penutupan dilakukan untuk menjalankan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh.

“Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh, serta evaluasi terhadap proses dan standar operasional di gerai,” tulis pihak restoran dikutip MPN Indonesia dari Instagram @88seoul.id, Rabu (7/10).

Pihak restoran juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami kondisi tidak menyenangkan.

Tim restoran disebut terus berupaya menghubungi pelanggan yang telah menyampaikan keluhan dan keresahan.

Restoran menyatakan akan memberikan perhatian dan pendampingan kepada pelanggan yang membutuhkan.

 (AKM/NID/RAD) 



Trending