Connect with us

Lifestyle

Abu Vulkanik di Jemuran, Harus Dicuci Ulang?

Jemuran terkena abu vulkanik sebaiknya dicuci ulang dengan air. Dokter menjelaskan cara membersihkan pakaian agar partikel abu tidak ikut terbawa ke rumah.

Logompn

Published

on

Abu Vulkanik di Jemuran, Harus Dicuci Ulang?
Abu Vulkanik di Jemuran, Harus Dicuci Ulang? Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 September 2026 - Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi sejak 5 September 2026 sehingga menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bengkulu, dan sebagian Jawa Barat.

Kondisi ini membuat pakaian yang dijemur di luar rumah berisiko terpapar partikel abu halus.

Dokter Paru RSUP Persahabatan, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), menegaskan pakaian yang terkena abu perlu dicuci kembali menggunakan air.

“Memang kalau sudah menempel di baju atau di bahan-bahan, misalnya di mobil, memang harus dicuci lagi, harus dikenai air. Kemudian dikeringkan di dalam ruangan, indoor, ya,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari DetikHealth pada Selasa (8/9).

Pakaian yang Terkena Abu Vulkanik Perlu Dicuci Kembali

Paparan abu vulkanik pada jemuran tidak dapat diperlakukan seperti debu biasa.

Partikel hasil erupsi berukuran sangat halus sehingga dapat menempel pada serat kain dan berpotensi terbawa ke dalam rumah apabila pakaian langsung diangkat.

Prof. Agus menjelaskan partikel tersebut harus dilarutkan menggunakan air agar tidak mudah terhirup saat pakaian digunakan kembali.

“Jadi, dia harus dilarutkan dengan air. Jadi, memang termasuk kita kalau habis aktivitas di luar rumah ketika debu vulkanik ini lagi banyak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membersihkan pakaian hanya dengan mengibaskan atau mengebut kain tidak cukup untuk menghilangkan partikel yang menempel.

“Dia tidak bisa hilang dengan hanya dengan di apa istilahnya di kibas-kibas atau di apa, di-apa istilahnya, atau dikebut-kebut. Nah itu tidak bisa,” ujar Agus.

Baca Juga:  Tiga Link untuk Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini 9 September 2026

Cara Menangani Jemuran saat Hujan Abu Vulkanik

Sebaran hujan abu dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga jemuran yang sebelumnya bersih bisa kembali terpapar partikel vulkanik.

Apabila memungkinkan, pakaian dianjurkan dikeringkan di dalam ruangan.

Jika harus dijemur di luar, area yang memiliki pelindung seperti kanopi dapat membantu mengurangi paparan abu.

Berdasarkan panduan United States Geological Survey (USGS), pakaian yang terkena abu sebaiknya dibilas menggunakan air mengalir sebelum dicuci kembali.

Untuk pakaian yang sangat kotor, penggunaan deterjen lebih banyak juga disarankan.

Setelah dicuci, pakaian perlu dipastikan benar-benar bersih sebelum dikeringkan menggunakan mesin.

Sisa partikel abu yang masih menempel dapat menggores bagian dalam mesin pengering karena sifatnya yang abrasif.

Langkah Membersihkan Pakaian yang Terpapar Abu

Penanganan pakaian yang terkena abu vulkanik dilakukan secara bertahap agar partikel tidak menyebar selama proses pencucian.

Langkah yang dijelaskan dalam panduan meliputi:

  • Menghilangkan sebanyak mungkin abu yang menempel pada permukaan kain.
  • Mengibaskan atau menyikat pakaian secara perlahan.
  • Membilas pakaian menggunakan air mengalir.
  • Mencuci kembali setelah sebagian besar abu terlepas.
  • Menggunakan deterjen lebih banyak bila pakaian sangat kotor.
  • Mencuci pakaian dalam jumlah sedikit agar sisa abu lebih mudah terangkat.
  • Memisahkan pakaian yang sangat kotor dari pakaian yang hanya terkena sedikit abu.
  • Memastikan tidak ada sisa abu sebelum proses pengeringan.

Selain itu, pakaian yang masih tertutup abu juga tidak dianjurkan langsung dibawa masuk ke dalam rumah karena partikel dapat ikut menyebar ke dalam ruangan.

Paparan Abu Vulkanik Tidak Hanya Mengenai Pakaian

Paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kesehatan apabila partikel terhirup atau mengenai bagian tubuh.

Selain saluran pernapasan, partikel abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Prof. Agus mengingatkan masyarakat tidak langsung mengucek mata apabila terkena abu.

Baca Juga:  Sekolah di Jakarta Berlakukan PJJ Mulai Hari Ini imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Hingga informasi terakhir, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah terdampak.

Masyarakat yang mendapati jemuran atau pakaian terkena abu dianjurkan membersihkannya dengan air sebelum digunakan kembali sesuai langkah penanganan yang dijelaskan dalam panduan.

 (RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending