Connect with us

Lifestyle

Mata Perih setelah Terkena Abu Vulkanik, Apa yang Harus Dilakukan?

Mata terkena abu vulkanik dapat terasa perih, merah, dan berair. Simak cara membilas mata, tindakan yang harus dihindari, dan kapan perlu ke dokter.

Logompn

Published

on

Mata Perih Setelah Terkena Abu Vulkanik, Apa yang Harus Dilakukan?
Mata Perih Setelah Terkena Abu Vulkanik, Apa yang Harus Dilakukan? Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 September 2026 - Aktivitas erupsi gunung berapi yang menyebabkan sebaran abu vulkanik meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk iritasi pada mata.

Kondisi ini dapat terjadi ketika partikel halus terbawa angin dan mengenai permukaan mata setelah erupsi, seperti yang menyertai peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III) sejak 5 September 2026.

Paparan partikel halus tersebut dapat menyebabkan mata terasa perih, berair, kemerahan, hingga sensitif terhadap cahaya.

Partikel tajam juga dapat menggores permukaan mata sehingga meningkatkan risiko peradangan maupun gangguan pada kornea.

Abu Vulkanik Dapat Memicu Iritasi pada Mata

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil yang dapat menempel pada permukaan mata.

Partikel tersebut mengandung silika dengan permukaan tajam sehingga lebih berisiko menimbulkan iritasi dibandingkan debu biasa.

Abu vulkanik segar juga dapat memiliki lapisan asam yang memperparah efek iritasi sebelum tersapu hujan.

Gejala yang dapat muncul setelah mata terpapar antara lain:

  • Mata terasa perih atau seperti kemasukan pasir.
  • Mata berair.
  • Mata kemerahan.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Mata terasa mengganjal.
  • Rasa terbakar pada mata.
  • Konjungtivitis pada beberapa kasus.

Pada kondisi yang lebih berat, partikel yang masuk ke mata dapat menyebabkan abrasi atau infeksi kornea yang berpotensi mengganggu penglihatan.

Langkah-Langkah saat Mata Terkena Abu Vulkanik

1. Hindari Mengucek Mata

Saat mata terasa mengganjal setelah terkena abu vulkanik, mengucek mata sebaiknya dihindari.

Baca Juga:  Apa Itu Letusan Strombolian? Ini Penjelasan dan Ciri-Cirinya

Gesekan dapat membuat partikel yang masih menempel menggores permukaan kornea.

Biarkan mata berkedip secara alami terlebih dahulu. Air mata dapat membantu membersihkan partikel kecil yang berada di permukaan mata.

Jika keluhan masih berlanjut, lakukan pembilasan menggunakan air bersih yang mengalir atau larutan saline.

Pembilasan dapat membantu mengurangi partikel yang masih menempel sebelum iritasi berkembang lebih lanjut.

Posisikan kepala sehingga mata yang terkena berada lebih rendah.

Biarkan air mengalir perlahan dengan kelopak mata tetap terbuka agar permukaan mata dapat terbilas secara menyeluruh selama sekitar 10 hingga 15 menit.

2. Hindari Penggunaan Lensa Kontak saat Terpapar

Pengguna lensa kontak disarankan segera melepas lensa sebelum membilas mata apabila memungkinkan.

Partikel abu dapat terperangkap di antara lensa kontak dan permukaan mata.

Kondisi tersebut berpotensi membuat iritasi berlangsung lebih lama serta meningkatkan risiko kerusakan pada kornea.

Lensa kontak sebaiknya tidak digunakan kembali hingga mata benar-benar terasa nyaman.

3. Kompres Dingin Dapat Membantu Meredakan Keluhan

Setelah partikel berhasil dibersihkan, rasa perih atau panas pada mata mungkin belum langsung hilang.

Kain bersih yang dibasahi air dingin dapat ditempelkan secara perlahan pada mata yang tertutup untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Kompres dilakukan tanpa memberikan tekanan pada bola mata karena permukaannya masih sensitif setelah terpapar partikel.

Cara Mengurangi Paparan Abu Vulkanik

Selain menangani iritasi, upaya pencegahan juga diperlukan ketika abu vulkanik masih tersebar di lingkungan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat konsentrasi abu tinggi.
  • Tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan.
  • Menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu.
  • Menggunakan masker medis atau N95 saat harus keluar rumah.
  • Memakai kacamata pelindung untuk mengurangi risiko partikel masuk ke mata.
  • Menghindari penggunaan lensa kontak selama paparan masih terjadi.
  • Membersihkan abu dengan air agar tidak beterbangan.
  • Tidak mengibas pakaian atau menyapu abu dalam kondisi kering.
Baca Juga:  Abu Vulkanik Belum Bersih, Penutupan Bandara Maumere Diperpanjang hingga 21 Juni 2025

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Keluhan yang tidak membaik setelah pembilasan memerlukan perhatian medis.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila muncul gangguan penglihatan atau nyeri yang semakin berat.

Partikel yang menempel kuat pada permukaan mata tidak disarankan diambil menggunakan kuku, pinset, atau benda lainnya karena dapat meningkatkan risiko luka pada kornea.

(RAD/NID/RAD)



MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending