Connect with us

Viral

Kepala Rutan Depok Benarkan Ada Dugaan Pesta Disko Narkoba, Dua Petugas Diperiksa

Rutan Depok menemukan indikasi kuat dugaan pesta narkoba setelah video beredar. Dua petugas diperiksa dan kasus telah dilaporkan ke polisi.

Actress 1299250

Published

on

Kepala Rutan Depok Benarkan Ada Dugaan Pesta Disko Narkoba, Dua Petugas Diperiksa
Kepala Rutan Depok Benarkan Ada Dugaan Pesta Disko Narkoba, Dua Petugas Diperiksa. Gambar: Facebook/Rutan Depok

Jawa Barat, MPN Indonesia 5 Oktober 2026 - Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno membenarkan indikasi kuat dugaan pesta narkoba di dalam rutan.

Pihak rutan menemukan dugaan tersebut setelah memeriksa video yang beredar di media sosial pada Minggu (4/10).

Pihak Rutan Depok kemudian melaporkan kasus itu kepada kepolisian dan berkoordinasi dengan jajaran pemasyarakatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi kami dari Rutan Depok sudah melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang beredar dan ada indikasi kuat terhadap apa yang dilaporkan,” ujar Ario kepada awak media.

Ario juga memastikan lokasi dalam video tersebut berada di lingkungan Rutan Kelas I Depok.

Pemeriksaan dilakukan setelah video sejumlah orang berjoget dengan lampu kelap-kelip beredar di media sosial.

“Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” tegasnya.

Kepala Rutan Kelas I Depok Periksa Dua Petugas

Pihak rutan memeriksa dua pegawai terkait dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut. Keduanya berasal dari satuan pengamanan dan staf pembinaan.

“Kalau diduga (petugas terlibat), iya, ini sedang dalam proses penanganan. Untuk sementara ini dua orang,” ungkap Ario.

Pemeriksaan juga mendalami dugaan masuknya barang terlarang melalui bantuan petugas. Dugaan tersebut masih dalam proses penanganan.

Selain petugas, pemeriksaan dilakukan terhadap warga binaan yang berada di kamar dalam video. Kamar tersebut diketahui dihuni 22 warga binaan.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Rutan juga melaporkannya kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pemeriksaan awal akan dilakukan oleh tim gabungan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas dan Rutan Depok untuk mengurai fakta dan menentukan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ario.

Baca Juga:  Resmikan 218 Jembatan di Daerah Terpencil, Presiden Prabowo Prioritaskan Akses untuk Anak-Anak Sekolah

Pemeriksaan gabungan melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas pusat, dan Rutan Depok.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai fakta terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Pengawasan Rutan Depok Terkendala Keterbatasan Petugas

Ario mengatakan pengawasan di Rutan Depok menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Jumlah petugas dalam setiap sif tidak sebanding dengan jumlah penghuni.

“Jumlah SDM kami terbatas sekali. Jadi kalau per shift itu ada 10 orang dengan isi 1.279 itu kan perbandingannya 1 banding 100-an lebih,” ujar Ario.

Ario mengatakan dirinya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Karutan Depok. Sejak menjabat, ia menyebut pengawasan internal dilakukan melalui razia rutin dan insidental.

Rutan juga melibatkan sejumlah aparat eksternal dalam kegiatan pengawasan. Pelibatan tersebut dilakukan bersama beberapa instansi keamanan dan penegak hukum.

“Kami menggandeng pihak eksternal, dari Kodim, dari Polres, dari BNNK, juga dari Brimob,” ungkapnya.

Razia Rutan Digelar pada 23 September 2026

Dugaan pesta narkoba menjadi perhatian setelah rutan sebelumnya menggelar razia gabungan pada 23 September 2026.

Dalam razia tersebut, petugas mengeklaim tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba.

Sekitar 10 hari kemudian, video dugaan pesta disko beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan lampu disko dan penggunaan telepon seluler di dalam kamar rutan.

Video itu juga memunculkan dugaan keberadaan narkoba di lingkungan rutan. Pihak Rutan Kelas I Depok kemudian melakukan pemeriksaan internal terhadap rekaman tersebut.

Ario membantah kemungkinan barang terlarang sengaja disembunyikan ketika razia gabungan dilakukan. Menurutnya, pemeriksaan saat razia telah mencakup seluruh blok hunian.

“Itu tidak (disembunyikan), karena kami pastikan kemarin razia menyeluruh, kami laksanakan secara menyeluruh di semua blok,” jelasnya.

Ario menduga barang terlarang tersebut masuk setelah pelaksanaan razia. Dugaan masuknya barang melalui bantuan oknum petugas kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan.

Baca Juga:  Pengakuan Wanita asal Indramayu yang Dijanjikan Kerja di China Malah Dipaksa jadi Pengantin Pesanan

Pihak rutan juga memastikan penanganan perkara dilakukan bersama kepolisian. Pemeriksaan terhadap dua pegawai masih berjalan terkait dugaan tersebut.

Ario mengatakan pihaknya akan bersikap transparan selama pemeriksaan berlangsung. Sanksi akan diberikan sesuai aturan apabila ditemukan pihak yang terbukti terlibat.

“Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Ario turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menyebut pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan tugas di rutan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas evaluasi dari masyarakat dan sekaligus permohonan maaf terhadap masih adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kami. Kami berkomitmen akan membenahinya menjadi lebih baik,” tutupnya.

(AKM/NID/RAD) 



Trending