Connect with us

Berita

Kepala Bapanas Tegaskan Stok Beras Aman dan Tak Ada Kuota Impor Tahun Ini yang Masuk di 2025

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras di tahun 2025. Simak selengkapnya di sini!

Actress 1299250

Published

on

Kepala Bapanas Tegaskan Stok Beras Aman dan Tak Ada Kuota Impor Tahun Ini yang Masuk di
Kepala Bapanas Tegaskan Stok Beras Aman dan Tak Ada Kuota Impor Tahun Ini yang Masuk di 2025. Gambar : Widya Islamiati/kumparan

MPN Indonesia 10 Desember 2024 - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa kuota impor beras tahun ini tidak akan dibawa ke tahun 2025, atau dikenal dengan istilah carryover.

Hal ini disampaikan oleh Arief usai menghadiri Rapat Koordinasi Neraca Komoditas Pangan 2025 di Kantor Kemenko Pangan pada Senin (9/12).

Tidak Ada Sisa Kuota Impor Beras di Tahun 2025

Arief menyebutkan bahwa kuota impor beras sebesar 3,6 juta ton yang disepakati untuk tahun 2024 tidak sepenuhnya akan tiba di Indonesia hingga akhir tahun.

Namun, ia memastikan bahwa sisa kuota sebesar 800 ribu ton yang belum terkontrak dengan negara pengirim tidak akan direalisasikan pada 2025.

“Enggak, kita sudah selesai (impor beras),” ujar Arief.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan impor akan diselesaikan sebelum 31 Desember 2024, sehingga tidak ada proses impor beras yang berlanjut ke tahun berikutnya.

Stok Beras Nasional Aman Hingga Akhir Tahun

Arief memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman, baik yang dikelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) maupun yang beredar di masyarakat.

Pada 31 Desember mendatang, stok beras di Perum Bulog diproyeksikan mencapai 2 juta ton, setelah dikurangi penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (PBP) sebesar 220 ribu ton.

Sementara itu, total stok nasional diperkirakan mencapai 8,3 juta ton.

“Stok kita ini cukup. Posisi di Bulog pada 31 Desember itu sekitar 2 juta ton setelah dikurangi bantuan pangan 220 ribu ton,” kata Arief.

Baca Juga:  Kemendag Perkuat Penetrasi Produk Halal RI di Australia

Penyaluran Bantuan Pangan pada Awal 2025

Sebagai langkah antisipasi rendahnya produksi beras di awal tahun, pemerintah melalui program Bantuan Pangan Pemerintah akan menyalurkan 220 ribu ton beras pada Januari 2025.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi beras yang umumnya terjadi pada Januari dan Februari akibat siklus tanam.

“Produksi di bulan Januari-Februari memang di bawah, karena lahan yang ditanam belum mencapai 1 juta hektare. Maka, bantuan pangan bagi penerima manfaat sudah kita siapkan,” jelas Arief.

Tidak Ada Impor Beras Berdasarkan Proyeksi Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa tidak akan ada impor beras konsumsi pada 2025.

Proyeksi pemerintah menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 ditargetkan mencapai 32 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan nasional sebesar 31 juta ton.

“Target produksi beras 2025 sekitar 32 juta ton, kebutuhan 31 juta ton. Jadi kalau tidak ada halangan besar seperti bencana alam, insyaallah kita tidak akan impor beras lagi untuk konsumsi,” ujar Zulhas.

Dengan proyeksi tersebut, pemerintah optimis kebutuhan beras domestik dapat terpenuhi tanpa mengandalkan impor.

Bapanas terus memastikan ketahanan stok dan distribusi pangan berjalan dengan baik demi mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.

Trending