Berita
Pemerintah Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling, 4.377 Hewan Sudah Dilayani
Klinik hewan keliling Jakarta hadir enam hari sepekan. Sebanyak 4.377 hewan telah mendapat layanan kesehatan di 214 titik pelayanan.
MPN Indonesia 27 Oktober 2026 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menghadirkan lima unit mobil klinik hewan keliling.
Hingga 20 Oktober 2026, layanan ini telah melayani 4.377 hewan dari 3.616 klien.
Layanan tersebut beroperasi secara bergilir di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama enam hari dalam sepekan.
Program di bidang kesehatan hewan ini bertujuan memperluas akses pelayanan melalui ruang publik, kantor pelayanan masyarakat, dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan mekanisme penentuan lokasi pelayanan pada 21 Oktober 2026.
“Layanan klinik hewan keliling akan beroperasi selama enam hari dalam sepekan. Sebelum menentukan titik pelayanan, terlebih dahulu dilakukan kajian untuk menetapkan kriteria lokasi yang paling membutuhkan layanan. Penentuan lokasi ini agar setiap unit mobil dapat menjangkau lebih banyak pasien dan memberikan pelayanan secara optimal,” ujar Hasudungan, dikutip MPN Indonesia dari Berita Jakarta pada Selasa (27/10).
Klinik Hewan Keliling Jakarta Telah Menjangkau 214 Lokasi
Dinas KPKP DKI Jakarta mencatat layanan klinik hewan keliling telah menjangkau 214 titik di lima wilayah kota administrasi.
Penentuan lokasi dilakukan melalui kajian berdasarkan kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di setiap wilayah.
Berikut rincian jumlah titik pelayanan, yakni:
- Jakarta Pusat: 43 titik.
- Jakarta Timur: 55 titik.
- Jakarta Selatan: 49 titik.
- Jakarta Utara: 32 titik.
- Jakarta Barat: 35 titik.
Dinas KPKP menetapkan lokasi berdasarkan skala prioritas, mulai dari kategori cukup prioritas, prioritas, hingga sangat prioritas.
Penentuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kebijakan publik dalam menyediakan akses pemeriksaan kesehatan hewan bagi masyarakat.
Sementara itu, sebanyak 4.377 hewan telah mendapatkan pelayanan dengan rincian data hingga 20 Oktober 2026 sebagai berikut:
- Kucing: 3.582 ekor.
- Anjing: 728 ekor.
- Hewan eksotik: 42 ekor.
- Kelinci: 22 ekor.
- Domba: 3 ekor.
Lima Unit Mobil Dilengkapi Fasilitas Pemeriksaan Medis
Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas pemeriksaan medis veteriner pada setiap unit mobil klinik hewan keliling.
Peralatan tersebut digunakan untuk pemeriksaan dan penanganan kesehatan hewan.
Fasilitas yang tersedia, seperti:
- Alat pemeriksaan darah;
- Alat pemeriksaan urine;
- Alat pemeriksaan biokimia;
- Ultrasonografi (USG);
- Mikroskop;
- Mesin pembiusan; serta
- Sarana pendukung diagnosis lainnya.
Setiap unit mobil didukung satu dokter hewan dan satu paramedik veteriner.
Keduanya bertugas melakukan pemeriksaan dan penanganan kesehatan hewan.
Hasudungan menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas dan tenaga medis merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan hewan di Jakarta.
“Melalui penyebaran titik pelayanan, dukungan tenaga medis veteriner, serta fasilitas pemeriksaan yang memadai, layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hewan sekaligus mewujudkan Jakarta yang sehat dan ramah bagi semua makhluk hidup,” tandasnya.
Warga Jakarta Timur Manfaatkan Layanan Medis Hewan
Layanan klinik hewan keliling juga dilaksanakan di RW 010 Billymoon, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 14 September 2026.
Puluhan warga memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaan mereka.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) KPKP Kecamatan Duren Sawit, Nur Hikmah, menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah berlangsung di Pondok Bambu dan Pondok Kelapa.
“Alhamdulillah, antusias warga di Kecamatan Duren Sawit cukup aktif untuk berkonsultasi maupun membawa hewan peliharaannya ke mobil klinik hewan keliling yang merupakan kegiatan Dinas KPKP melalui Suku Dinas KPKP. Saat ini sudah 25 HPR terlayani kesehatannya,” ujar Nur Hikmah, dikutip MPN Indonesia dari Berita Jakarta Timur Terkini pada Selasa (27/10).
Menurut Nur Hikmah, pemeriksaan mencakup berbagai keluhan, seperti flu, kesulitan buang air besar, dan gangguan buang air kecil.
Warga yang membawa hewan penular rabies (HPR) juga mendapatkan tanaman obat keluarga (Toga) secara gratis.
Berbeda dengan kegiatan vaksinasi rabies gratis, pemeriksaan melalui mobil klinik hewan keliling dikenakan biaya sesuai jenis pelayanan.
Nur Hikmah menyampaikan tanggapan masyarakat mengenai biaya pemeriksaan tersebut.
“Menurut para pasien, harganya masih di bawah harga klinik hewan praktik,” katanya.
Selain biaya, penentuan lokasi menjadi salah satu tantangan operasional layanan.
Ukuran kendaraan yang cukup besar membutuhkan lokasi dengan ruang memadai untuk bermanuver.
“Harapannya, kegiatan klinik mobil hewan ini bisa menjangkau warga atau masyarakat yang memang jauh dari klinik hewan praktik, sehingga mereka tetap bisa memeriksakan kesehatan hewannya,” jelasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
