Connect with us

Berita

Serangga dan Ulat Sagu Diusulkan jadi Bahan Alternatif dalam Program Makanan Bergizi Gratis

Program makan bergizi gratis BGN mendukung keragaman pangan lokal, termasuk belalang dan ulat sagu sebagai alternatif sumber protein.

Actress 1299250

Published

on

Serangga dan Ulat Sagu Diusulkan jadi Bahan Alternatif dalam Program Makanan Bergizi Gratis
Serangga dan Ulat Sagu Diusulkan jadi Bahan Alternatif dalam Program Makanan Bergizi Gratis. Gambar: Kompas.com/Fika Nurul Ulya

MPN Indonesia 28 Januari 2025 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa serangga dan ulat sagu dapat menjadi bahan alternatif dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber protein, yang disesuaikan dengan kebiasaan konsumsi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Penyesuaian Menu Berdasarkan Pangan Lokal

Dadan menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak menerapkan menu standar secara nasional.

Sebaliknya, prioritas utamanya adalah pemenuhan standar komposisi gizi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan begitu, setiap daerah dapat menggunakan bahan makanan lokal sebagai bagian dari menu MBG.

“Di daerah tertentu, mungkin serangga seperti belalang atau ulat sagu bisa menjadi bagian dari sumber protein,” ujar Dadan dalam acara Rapimnas Pira Gerindra di Jakarta.

Menurutnya, fleksibilitas menu ini memungkinkan MBG mengakomodasi potensi sumber daya lokal sekaligus menghormati preferensi masyarakat setempat.

Contoh Penerapan Menu MBG

Sebagai contoh, wilayah yang memiliki akses luas terhadap telur dapat menjadikannya sebagai komponen utama menu MBG.

Sementara itu, daerah yang kaya akan sumber protein seperti ikan, belalang, atau ulat sagu dapat memanfaatkan bahan-bahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakatnya.

“Isi protein di berbagai daerah sangat tergantung pada potensi sumber daya lokal dan preferensi masyarakat. Jadi, menu MBG tidak kaku, melainkan fleksibel sesuai kebutuhan lokal,” tambah Dadan.

Selain protein, sumber karbohidrat juga dapat bervariasi. Sebagai contoh, masyarakat di Halmahera Barat lebih sering mengonsumsi singkong dan pisang rebus sebagai pengganti nasi.

Pola konsumsi seperti ini akan diakomodasi dalam program MBG untuk memastikan gizi masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga:  Dana SPPG Belum Cair, MBG di Sekolah Tangsel Disetop Sementara

Pemanfaatan Serangga sebagai Sumber Protein

Belalang dan ulat sagu disebut memiliki kandungan nutrisi tinggi dan dapat menjadi alternatif sumber protein dalam program ini.

Pemanfaatan serangga sebagai bahan pangan sudah menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi di beberapa daerah di Indonesia.

Dengan mengintegrasikan bahan-bahan ini ke dalam program makan bergizi gratis, BGN berupaya mendukung keberagaman pangan lokal sekaligus memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

Komitmen BGN pada Keragaman Pangan

Dadan menegaskan bahwa keragaman pangan lokal menjadi elemen penting dalam program makan bergizi gratis.

Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan gizi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lokal.

“Keragaman pangan lokal ini sangat penting untuk diakomodasi dalam program makan bergizi gratis. Karena tujuan utama BGN adalah memastikan standar gizi terpenuhi, bukan memaksakan satu jenis menu untuk seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dengan pendekatan berbasis lokal ini, program makan bergizi gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya lokal, termasuk belalang dan ulat sagu, sebagai sumber protein bernutrisi tinggi.

Trending