Internasional
Donald Trump Hentikan Pasokan Obat Malaria, TBC hingga HIV untuk Negara Miskin di Dunia
Penghentian bantuan obat USAID untuk HIV & malaria di bawah kebijakan Trump bisa sebabkan krisis kesehatan global.
MPN Indonesia 30 Januari 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan penghentian pasokan obat dan perlengkapan medis bagi negara-negara yang selama ini menerima bantuan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
Sebagai informasi, USAID bertugas membantu negara-negara miskin di seluruh dunia melalui berbagai program pembangunan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Kebijakan ini mencakup obat untuk penyakit menular seperti HIV, malaria, dan Tuberkulosis (TBC).
Keputusan tersebut mulai berlaku pada Selasa (28/1), menurut laporan Reuters.
Dampak Kebijakan terhadap Program USAID
Pada Selasa, sejumlah kontraktor dan mitra USAID menerima memo yang menginstruksikan mereka untuk segera menghentikan operasi yang berkaitan dengan pasokan obat.
Salah satu penerima memo tersebut adalah Chemonics, perusahaan konsultan berbasis di Amerika Serikat yang bekerja sama dengan USAID dalam mendistribusikan obat untuk HIV, malaria, TBC, serta persediaan kesehatan ibu dan anak.
Mantan pejabat USAID mengonfirmasi bahwa penghentian ini berdampak pada pasokan obat yang selama ini menjaga kesehatan jutaan orang di seluruh dunia.
Atul Gawande, mantan kepala kesehatan global di USAID, menyatakan bahwa kebijakan ini berpotensi menjadi bencana besar bagi pasien yang bergantung pada pengobatan tersebut.
Risiko Penyebaran Penyakit Menular
Menurut Gawande, penghentian pasokan obat untuk penyakit menular seperti HIV dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.
Tanpa pengobatan yang berkelanjutan, pasien dengan HIV berisiko mengalami lonjakan virus dalam tubuh mereka, yang berakibat pada melemahnya sistem kekebalan dan meningkatnya potensi penularan ke orang lain.
Selain itu, gangguan dalam pengobatan dapat memicu munculnya strain HIV yang kebal terhadap obat, yang berpotensi menyebar ke berbagai negara.
The New York Times melaporkan bahwa tanpa pengobatan, sekitar satu dari tiga wanita hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus kepada bayi mereka.
Potensi Kehilangan Nyawa Akibat Kebijakan Ini
Sebuah penelitian memperkirakan bahwa jika program ini dihentikan secara permanen, hingga 600.000 nyawa dapat hilang dalam sepuluh tahun ke depan, terutama di Afrika Selatan.
Penghentian pasokan obat untuk penyakit menular ini tidak hanya berdampak pada individu yang saat ini menerima pengobatan, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit ke komunitas yang lebih luas.
Jirair Ratevosian, mantan kepala staf PEPFAR pada masa pemerintahan Joe Biden, menyebut keputusan ini sebagai bagian dari dampak buruk kebijakan pembekuan bantuan yang berakibat fatal bagi banyak orang.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini mengancam nyawa jutaan pasien yang bergantung pada bantuan medis dari USAID.
Implikasi bagi Negara Miskin
Negara miskin yang selama ini bergantung pada bantuan USAID untuk menangani penyakit menular seperti HIV, malaria, dan TBC, kini menghadapi tantangan besar.
Tanpa pasokan obat yang memadai, sistem kesehatan di negara-negara tersebut dapat mengalami tekanan lebih besar dalam menangani kasus-kasus penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
