Connect with us

Kesehatan

Pemerintah Siap Laksanakan Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar SD, SMP, SMA Mulai 2025

Kementerian Kesehatan akan mengadakan cek kesehatan gratis bagi pelajar berusia 7-17 tahun di sekolah mulai Juli 2025.

Adinda

Published

on

Pemerintah Siap Laksanakan Cek Kesehatan Gratis Untuk Pelajar Sd, Smp, Sma Mulai 2025
Pemerintah Siap Laksanakan Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar SD, SMP, SMA Mulai 2025. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Februari 2025 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengadakan cek kesehatan gratis bagi pelajar berusia 7-17 tahun di sekolah mulai Juli 2025.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumivi, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini bertujuan memastikan kesehatan siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA sejak awal tahun ajaran baru.

“Nanti pemeriksaan kesehatan sekolah untuk SD, SMP, SMA mulai berjalan Juli. Usia 7-17 tak ikut yang cek pemeriksaan yang [jalur] ulang tahun. Ikutnya nanti yang pemeriksaan gratis di sekolah mulainya saat tahun ajaran baru. Program sedang kita siapkan mulai Juli,” ujar Maria dalam konferensi pers, Jumat (7/2).

Pemisahan dengan Program Pemeriksaan Gratis Ulang Tahun

Program cek kesehatan gratis bagi pelajar ini merupakan kebijakan terpisah dari pemeriksaan kesehatan gratis “ulang tahun” yang akan dimulai pada 10 Februari 2025.

Pemeriksaan ulang tahun ditujukan untuk kelompok usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas.

Warga yang berulang tahun dapat memanfaatkan layanan kesehatan ini dalam kurun waktu 30 hari setelah tanggal lahir mereka.

Dengan pemisahan ini, pelajar usia 7-17 tahun tidak termasuk dalam cakupan pemeriksaan gratis ulang tahun.

Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan pemeriksaan langsung di sekolah masing-masing.

“Jadi usia 6 tahun ke bawah dan usia 18 tahun ke atas ikut program cek kesehatan ulang tahun. Ini kita gelar besok Senin. Seluruh Puskesmas kita siap,” kata Maria.

Alasan Pemisahan Program Pemeriksaan Kesehatan

Kemenkes memutuskan untuk memisahkan kategori cek kesehatan gratis berdasarkan usia guna mengatur beban fasilitas kesehatan.

Jika semua kelompok usia digabungkan dalam satu program, fasilitas kesehatan berpotensi mengalami lonjakan beban pelayanan yang tinggi.

Baca Juga:  SMA Gonzaga Tolak Pandangan Pelajar Tak Perlu Berpartisipasi dalam Demokrasi

“Ada yang tanya kok yang usia segini enggak masuk? Karena kita pisahkan agar atur beban pelayanan di faskes kita. Jadi usia 7-17 supaya enggak masuk di pemeriksaan gratis ultah, tapi cek kesehatan di sekolah,” jelas Maria.

Dengan kebijakan kesehatan ini, kebijakan pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memastikan setiap kelompok usia mendapatkan layanan yang sesuai.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending