Connect with us

Berita

Pertamina Bantah Oplos Pertamax: Hanya Tambah Aditif dan Pewarna

Pertamina Patra Niaga menegaskan tak ada praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 03 01t100415.332
Pertamina Bantah Lakukan Oplos BBM | Gambar: IG/@lambe_turah

MPN Indonesia 1 Maret 2025 - Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa tidak ada praktik pengoplosan terhadap bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.

Kualitas Pertamax dipastikan tetap sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni RON 92.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, di mana Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @lambe_turah, Sabtu (1/3).

“Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat sejak awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” pungkasnya.

Sebut Telah Patuhi Prosedur yang Ada

Heppy menjelaskan bahwa proses di terminal utama BBM hanya melibatkan injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat.

Selain itu, ada juga injeksi additive untuk meningkatkan performa Pertamax.

“Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” tegas Heppy.

Ia juga memastikan bahwa seluruh tahapan distribusi BBM diawasi secara ketat.

Quality Control (QC) dilakukan dengan standar tinggi, dan distribusi BBM Pertamina diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Kami menaati prosedur untuk memastikan kualitas, dan dalam distribusinya juga diawasi oleh BPH Migas,” lanjut Heppy.

Tak Ada Perubahan RON, hanya Penambahan Aditif

Sementara itu, Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan bahwa tak ada perubahan RON yang dilakukan oleh Pertamina.

“Di Patra Niaga, kita terima di terminal itu sudah dalam bentuk RON 90 dan 92, tidak ada proses perubahan RON. Tapi untuk Pertamax, kita tambah aditif. Jadi ada penambahan aditif dan penambahan warna,” ujar Ega saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube DPR RI, Sabtu (1/3).

Baca Juga:  Eks Menag, Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 M dalam Kasus Kuota Haji

Ia menjelaskan bahwa proses yang dilakukan Pertamina tersebut adalah proses umum di industri minyak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk.

“Ketika kita menambahkan proses blending ini, tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut,” kata Ega.

(AKM/NID/RAD)

Trending