Connect with us

Lifestyle

Ibu Menyusui Boleh Puasa? Ini Syarat dan Tips Agar Tetap Sehat Selama Ramadan

Ibu menyusui tetap bisa berpuasa selama Ramadan jika tubuh sehat dan asupan cairan cukup. Simak tips agar tetap bugar dan produksi ASI lancar di sini!

Adinda

Published

on

Ibu Menyusui Boleh Puasa Ini Syarat Dan Tips Agar Tetap Sehat Selama Ramadhan
Ibu Menyusui Boleh Puasa Ini Syarat dan Tips Agar Tetap Sehat Selama Ramadhan. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 Maret 2025 - Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, menyatakan bahwa ibu menyusui dapat menjalankan puasa selama kondisi tubuhnya sehat dan kebutuhan cairan terpenuhi dengan baik.

“Berpuasa saat menyusui bisa dilakukan dengan aman jika ibu dan bayi dalam kondisi sehat,” ujar Ngabila di Jakarta, dikutip MPN Indonesia dari Antara, pada Rabu (27/2).

Sebelum berpuasa, ibu menyusui disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika bayinya berusia di bawah enam bulan dan masih menerima ASI eksklusif.

Namun, jika bayi sudah mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan menyusu lebih jarang, ibu biasanya lebih mudah menjalani puasa.

Agar tetap sehat selama berpuasa di bulan Ramadan, ibu menyusui perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

Tips Ibu Menyusui Tetap Sehat Selama Berpuasa

1. Memastikan Asupan Cairan yang Cukup

Penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Ngabila menyarankan konsumsi air putih minimal 2-3 liter per hari. “Minumnya bisa dibagi saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur,” katanya.

2. Menghindari Minuman Berkafein

Ibu menyusui sebaiknya menghindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda, karena dapat menyebabkan dehidrasi dan mempengaruhi produksi ASI.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Untuk menjaga energi selama berpuasa, ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi.

Saat sahur, sebaiknya memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama.

Baca Juga:  Tips Olahraga saat Puasa yang Jarang Orang Ketahui

Protein juga penting untuk produksi ASI. Sumber protein yang direkomendasikan meliputi telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe.

Selain itu, lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dapat membantu menjaga stamina ibu menyusui.

Sayur dan buah juga perlu dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan serat dan vitamin.

4. Memulai Berbuka dengan Air Putih dan Kurma

Untuk mengembalikan energi dengan cepat, dr. Ngabila menyarankan berbuka puasa dengan air putih dan beberapa butir kurma sebelum mengonsumsi makanan utama.

5. Menghindari Makanan Berlemak dan Terlalu Manis

Makanan berlemak tinggi dan terlalu manis dapat menyebabkan tubuh mudah lemas setelah berpuasa.

Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk memilih makanan yang lebih sehat agar tetap bertenaga.

Selama berpuasa, ibu menyusui perlu memperhatikan apakah bayi tetap kenyang dan apakah produksi ASI tetap stabil.

Jika bayi tampak rewel atau produksi ASI berkurang, disarankan untuk mempertimbangkan berbuka puasa.

Selain itu, ibu menyusui perlu mendapatkan istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat agar kondisi tubuh tetap prima.

Jika merasa lemas, pusing, atau produksi ASI menurun drastis, puasa sebaiknya dibatalkan demi kesehatan ibu dan bayi.

“Kalau merasa ragu atau ingin kepastian lebih, bisa konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa,” tutup Ngabila.

(ADN/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending