Connect with us

Lifestyle

Hati-hati, Ini Bahaya Kalap Makan Saat Buka Puasa!

Makan berlebihan saat berbuka bisa berdampak buruk pada kesehatan! Simak tips mindful eating dari dr. Yohan Samudra agar tetap sehat selama puasa.

Actress 1299250

Published

on

Hati hati, ini bahaya kalap makan saat buka puasa!
Hati-hati, Ini Bahaya Kalap Makan Saat Buka Puasa!. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Maret 2025 - Banyak orang sering kali tergoda untuk makan dalam porsi besar saat berbuka puasa. Namun, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, lho!

Spesialis Dokter Gizi Klinik, dr. Yohan Samudra, mengingatkan bahwa makan secara berlebihan atau kalap saat berbuka puasa dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

“Gula darah bisa langsung fluktuatif meningkat, gangguan lambung seperti kembung, bloating bahkan diare, dan jadi mengantuk sehingga dapat mengganggu ibadah sholat malamnya,” ujar dr. Yohan Samudra kepada MPN Indonesia melalui pesan singkat pada Kamis (27/2).

Mengapa Saat Lapar Kita Sering Kalap Makan?

Saat tubuh merasa sangat lapar, otak mengirimkan sinyal untuk segera mendapatkan asupan energi.

Hal ini memicu kecenderungan makan berlebihan atau tanpa berpikir panjang, yang sering disebut sebagai kalap makan.

Kondisi ini diperburuk oleh dorongan emosional akibat rasa lapar yang ekstrem, membuat seseorang cenderung memilih makanan tinggi gula dan lemak tanpa mempertimbangkan keseimbangan gizi.

“Karena saat itu hormon lapar sedang banyak-banyaknya diproduksi otak, dan craving atau selera makan pun meningkat, sehingga kita cenderung memilih makanan yang enak-enak yang tinggi gula, garam, atau lemak,” kata dr. Yohan Samudra.

Penting Terapkan Mindful Eating Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Mindful eating adalah konsep makan dengan penuh kesadaran, yang berarti memperhatikan apa yang dikonsumsi dan bagaimana tubuh merespons makanan tersebut.

Menurut dr. Yohan, mindful eating bukan berarti mengurangi porsi makan secara ekstrem, melainkan memilih makanan secara cerdas.

“Mindful eating bukan berarti less eat tapi smart eat, 80% adalah makanan sehat dan alami sesuai pedoman gizi seimbang yaitu lengkap ada karbo, protein, dan lemak, juga kaya vitamin dan mineral. 20% nya dari comfort food atau makanan yang kita sukai namun kurang sehat,” jelasnya.

Baca Juga:  Puasa Nyaman Tanpa Dehidrasi, Simak 10 Cara Mengatasi Rasa Haus Berlebih

Saat sahur, sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar energi bertahan lebih lama dan mencegah lapar berlebihan saat berbuka.

Sementara itu, berbuka puasa dianjurkan dimulai dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, lalu diikuti dengan makanan utama secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget.

Dengan menerapkan mindful eating selama Ramadan, tidak hanya kesehatan fisik yang terjaga, tetapi juga ibadah tetap lancar tanpa terganggu oleh masalah pencernaan atau rasa kantuk akibat lonjakan gula darah.

Oleh karena itu, penting untuk berbuka dengan bijak dan tidak kalap dalam mengonsumsi makanan.

(BNG/NID/RAD)

Trending