Connect with us

Berita

Konsumsi Pertalite dan Pertamax Diprediksi Naik 11 Persen saat Lebaran 2025

Konsumsi Pertalite diperkirakan meningkat 11,7% , sedangkan Pertamax naik 11,2% dibandingkan dengan kondisi normal.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 18t150216.680
Konsumsi Pertalite dan Pertamax Diprediksi Naik 11 Persen saat Lebaran 2025 | Gambar: Pertamina

MPN Indonesia 29 Maret 2025 - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman selama libur Lebaran 2025.

Untuk menjamin kelancaran distribusi energi, Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Idul fitri (RAFI) 2025 resmi beroperasi mulai 17 Maret hingga 11 April 2025.

Proyeksi Permintaan Pertamax dan Pertalite

Berdasarkan proyeksi yang diumumkan Kementerian ESDM saat konferensi pers di Kantor BPH Migas pada Senin (17/3), konsumsi Pertalite diperkirakan meningkat 11,7 persen.

Sementara itu, Pertamax naik 11,2 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

Sementara itu, konsumsi Avtur mengalami kenaikan 7,3 persen, sedangkan konsumsi BioSolar diperkirakan turun 16,2 persen akibat pembatasan angkutan logistik selama periode libur Lebaran.

Peningkatan ini sejalan dengan prediksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan 146,48 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, dengan sekitar 68,1 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan tingginya mobilitas tersebut, permintaan bensin diproyeksi melonjak selama arus mudik dan balik.

Untuk mengatasi lonjakan konsumsi, pemerintah memastikan stok BBM Pertamina dalam kondisi aman.

Rata-rata ketahanan stok untuk Pertalite, Pertamax, Solar, dan Avtur berada dalam kisaran 19-21 hari, sehingga diharapkan tidak terjadi kelangkaan selama periode mudik Lebaran.

Strategi Pertamina dalam Menjaga Pasokan

Sebagai antisipasi, Pertamina telah menyiapkan sejumlah strategi guna memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya mengoperasikan 1.832 SPBU selama 24 jam, 211 mobil tangki BBM disiagakan sebagai cadangan.

Selain itu, 57 titik layanan BBM dan Kios Pertamina Siaga juga disiapkan di jalur-jalur strategis, 200 unit motoris BBM akan beroperasi untuk mendistribusikan BBM ke lokasi yang sulit dijangkau.

Baca Juga:  Pertamax Masuk Kategori BBM Kotor Seperti Pertalite

Pertamina juga menyediakan 26 titik layanan Serambi MyPertamina di rest area, bandara, pelabuhan, stasiun, dan tempat wisata.

Selama periode Posko RAFI 2025, Pertamina juga menyiagakan 125 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), lebih dari 7.746 SPBU, dan 70 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk memastikan kelancaran distribusi BBM.

Stok BBM di SPBU Swasta Terjamin

Tak hanya di SPBU Pertamina, pemerintah juga memastikan stok BBM di SPBU swasta, seperti Shell dan BP-AKR, dalam kondisi aman selama Lebaran 2025.

Sebelumnya, terjadi kelangkaan pasokan bensin di SPBU swasta pada awal 2025 akibat kendala administrasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah memberikan izin impor BBM kepada SPBU swasta selama tiga bulan ke depan.

“Kami sudah memberikan izin impor BBM untuk tiga bulan ke depan, sehingga stok BBM di SPBU swasta tetap terjamin,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot.

Pengawasan Ketat dan Sinergi Antar-Lembaga

Selain menjamin ketersediaan Pertalite dan Pertamax, pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi energi.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat.

“Sinergisitas tidak hanya terbatas pada internal anggota Posko, tetapi juga dengan para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Erika.

(AKM/NID/RAD)

Trending