Connect with us

Teknologi

Rumah Sakit Mulai Gunakan AI, Bagaimana Nasib Para Dokter?

EMC Healthcare mengadopsi AI dalam sistem rekam medis di RS EMC Alam Sutera untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan.

Logompn

Published

on

Rumah sakit mulai gunakan ai, bagaimana nasib para dokter
EMC Healthcare menerapkan AI dalam sistem rekam medis elektronik di RS EMC Alam Sutera untuk meningkatkan efisiensi operasional. Gambar : unsplash.com/Sasun Bughdaryan

MPN Indonesia 3 April 2025 - Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai diimplementasikan dalam operasional rumah sakit di Indonesia, menciptakan perubahan signifikan dalam sistem pelayanan kesehatan. 

Pada (24/3), EMC Healthcare resmi mengadopsi sistem rekam medis elektronik berbasis AI, InterSystems IntelliCare, di Rumah Sakit EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten. 

Langkah ini dilakukan dalam kemitraan dengan InterSystems, perusahaan penyedia teknologi data global, guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas perawatan pasien di seluruh fasilitas EMC.

Implementasi ini menandai transformasi besar dalam dunia kesehatan, khususnya pada pemanfaatan teknologi dan inovasi global dalam mendukung pekerjaan para dokter serta meningkatkan pengalaman pasien.

Sistem Baru Dorong Efisiensi dan Pengurangan Beban Administratif

Menurut Presiden Direktur EMC Group, Jusup Halimi, penggunaan InterSystems IntelliCare bukan hanya sekadar peningkatan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam penyampaian layanan kesehatan. 

Dalam lima tahun terakhir, EMC telah berpindah dari sistem catatan berbasis kertas ke sistem digital berbasis AI. 

Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, mengurangi potensi kesalahan, serta mempercepat pengambilan keputusan klinis.

“Dengan mengadopsi InterSystems IntelliCare, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan perawatan pasien di seluruh fasilitas kami,” ujar Jusup Halimi kepada wartawan dalam konferensi di RS EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan pada Senin (24/3).

Penerapan AI ini memungkinkan rumah sakit mengotomatiskan berbagai tugas administratif, seperti pengisian catatan medis dan pencarian data pasien, sehingga dokter dapat lebih fokus pada interaksi langsung dengan pasien.

AI Percepat Akses Informasi dan Tingkatkan Akurasi Diagnosis

Fitur analitik berbasis AI dalam InterSystems IntelliCare menawarkan kemampuan prediktif yang dapat mendeteksi anomali, mempersonalisasi rencana perawatan, serta memberikan rekomendasi berbasis data. 

Baca Juga:  Universitas Kyoto Perkenalkan Robot Biksu AI "Buddharoid", Dilatih dengan Kitab Suci Buddha

Hal ini dianggap dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan medis oleh dokter.

Kepala Informatika Medis EMC, dr. Bella Desra Andae, menyatakan bahwa teknologi ini membantu menghemat waktu yang sebelumnya digunakan dokter untuk mengakses data dan mengetik informasi pasien.

“Sebelum ada teknologi yang baru ini, banyak dokter menghabiskan waktu sekitar lima hingga 10 menit di depan layar, mencari rekam medis, diagnosis sebelumnya, hingga mengetik resep obat. Hadirnya InterSystems IntelliCare lebih menghemat waktu di depan layar dan meningkatkan pengalaman pasien dengan memungkinkan dokter tetap terlibat sepenuhnya dengan pasien,” ujar dr. Bella.

Dengan meningkatnya efisiensi tersebut, interaksi antara dokter dan pasien diharapkan menjadi lebih intensif dan berkualitas, memperkuat kepercayaan dalam proses pelayanan medis.

Transformasi Teknologi dan Peran Dokter di Masa Depan

Penerapan kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan, khususnya di rumah sakit, menjadi bagian dari tren teknologi dan inovasi global. Meskipun sempat muncul kekhawatiran mengenai potensi tergesernya peran dokter, EMC menekankan bahwa teknologi ini justru hadir sebagai alat bantu, bukan pengganti.

Dengan mengurangi beban administratif dan menyediakan analisis data yang akurat, AI memberikan ruang bagi dokter untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.

Fungsionalitas AI yang canggih juga menjadi sarana pendukung penting dalam proses klinis yang memerlukan ketepatan dan kecepatan.

“AI adalah perubahan besar dalam teknologi kesehatan. Dengan fungsionalitas AI yang canggih dan puluhan tahun keandalan yang terbukti, InterSystems IntelliCare adalah pilihan yang jelas untuk memberikan solusi paling canggih bagi rumah sakit kami,” tambah Jusup Halimi.

(AKM/NID/RAD)

Trending