Connect with us

Lifestyle

Pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk Menghindari Penyebaran TBC

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya infeksi TBC.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 07t145106.975
Pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk Menghindari Penyebaran TBC | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 April 2025 - Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya infeksi TBC laten menjadi penyakit aktif, terutama bagi individu yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC.

Menurut anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Mira Yudanti upaya TPT krusial dalam menekan angka penularan tuberkulosis di Indonesia.

“TPT sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC untuk mencegah infeksi aktif. Ini adalah langkah preventif yang efektif untuk melindungi diri dan keluarga,” ujar Mira, dikutip MPN Indonesia dari Youtube Kementerian Kesehatan.

Apa Itu TBC?

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri ini menyebar melalui udara dan masuk ke tubuh manusia ketika menghirup percikan yang dikeluarkan oleh penderita saat batuk, bersin, atau berbicara.

Penyakit TBC paling sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain seperti otak, mata, kulit, dan kelenjar getah bening.

“Setiap penderita TBC itu bicara, batuk, nyanyi, bersin, itu akan potensial untuk menyebarkan bakteri ke udara dan kemudian bisa masuk ke tubuh kita melalui pernapasan,” jelas Mira.

Gejala TBC

Gejala utama TBC paru meliputi batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, yang dapat disertai darah, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan keringat malam. Namun, tidak semua pasien menunjukkan gejala yang sama.

TBC juga dapat menyerang organ di luar paru (TBC ekstra paru), yang menimbulkan gejala sesuai organ yang terinfeksi, seperti gangguan penglihatan pada TBC mata atau sakit kepala berat pada TBC otak.

Baca Juga:  Apakah Makan Sehari Sekali Bagus untuk Diet?

Faktor risiko utama TBC berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Individu dengan gangguan imun seperti penderita HIV, pasien diabetes, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, mereka yang sering terpapar penderita TBC, terutama yang tinggal serumah, memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi.

Tujuan dan Mekanisme TPT

TPT ditujukan untuk individu yang telah terpapar bakteri TBC tetapi belum menunjukkan gejala aktif.

Dalam kondisi ini, bakteri berada di tubuh dalam keadaan tidak aktif dan belum menimbulkan penyakit. Terapi TPT yang kemudian membantu mencegah aktivasi bakteri menjadi infeksi TBC aktif.

“Terapi pencegahan TBC ini bertujuan agar bakteri yang sudah ada di tubuh tetap dalam kondisi tidur dan tidak berkembang menjadi penyakit,” ujar Mira.

TPT bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang tersedia dalam beberapa regimen, di antaranya:

  • Isoniazid: Obat yang diminum satu kali sehari selama enam bulan
  • Kombinasi rifapentin dan isoniazid: Obat yang diminum satu kali seminggu selama tiga bulan (total 12 dosis)

Terapi ini terbukti efektif memberikan perlindungan hingga lima tahun setelah dikonsumsi dengan benar.

Sasaran Utama Terapi TPT

Mira menambahkan bahwa TPT direkomendasikan untuk orang dengan HIV tanpa infeksi TBC aktif, pasien dengan gangguan imun seperti pasien kanker yang sedang kemoterapi, autoimun, atau pengguna obat imunosupresan, dan orang yang berhubungan dengan penderita TBC paru.

Sebelum menjalani TPT, calon penerima terapi harus dipastikan tidak menderita TBC aktif melalui pemeriksaan kesehatan dan uji tuberkulin atau IGRA.

Strategi Pencegahan TBC Lainnya

Selain TPT, langkah pencegahan TBC mencakup:

  • Vaksinasi BCG pada bayi yang baru lahir sebagai langkah awal perlindungan terhadap TBC
  • Menggunakan masker, terutama saat berinteraksi dengan pasien TBC aktif yang belum memulai pengobatan
  • Menjaga sirkulasi udara dalam ruangan, khususnya di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi yang minim
Baca Juga:  Tutorial Fitness di Rumah: Cara Efektif Mencapai Tubuh Ideal Tanpa Harus ke Gym

(ADN/NID/RAD)

Trending