Connect with us

Lifestyle

Apakah Makan Sehari Sekali Bagus untuk Diet?

Tren makan sekali sehari mulai banyak diikuti. Namun apakah pola makan ini baik untuk tubuh?

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 03t100401.360
Apakah Makan Sekali Sehari Baik untuk Diet? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Mei 2025 - Tren makan sekali sehari mulai banyak diikuti, terutama oleh pekerja kantoran yang ingin menurunkan berat badan.

Namun, apakah pola makan sehari sekali ini benar-benar baik untuk diet? Simak ulasannya berikut ini.

Diet Tak Selalu untuk Turunkan Berat Badan

Dikutip MPN Indonesia dari YouTube Tirta PengPengPeng, Dokter Tirta menegaskan bahwa banyak orang masih salah memahami makna diet.

Menurutnya, diet bukanlah semata-mata cara untuk menurunkan berat badan.

“Orang tuh selalu menganggap diet itu sebagai pola makan untuk menguruskan. Ya, enggak juga,” kata Tirta.

Ia menjelaskan bahwa diet sebenarnya adalah pola atau menu makan yang dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

“Diet itu ibarat kata pola makan. Jadi diet itu tidak selalu orang mau langsing tuh diet. Enggak.”

Intermittent Fasting

Terkait pola makan sekali sehari, Dokter Tirta mengaitkannya dengan konsep intermittent fasting.

Ia menyebutkan bahwa tubuh manusia masih mampu bertahan tanpa makan selama beberapa waktu, asalkan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi.

“Sebenarnya normal-normal saja, karena tubuh manusia masih bisa tahan kalau enggak dikasih makan beberapa hari, tapi enggak bisa tahan kalau enggak dapat air,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa efektivitas pola makan tersebut tergantung pada tujuan diet masing-masing orang.

Jika tujuannya adalah menurunkan berat badan atau membakar lemak, maka kalori yang masuk harus lebih sedikit daripada kalori yang dibakar.

“Kalau kalian memang mau fat loss atau defisit kalori, berarti kan kalori yang masuk harus lebih dikit daripada kalori yang terbuang,” kata Tirta.

Baca Juga:  Waspada Bahaya GERD! Bisa Picu Penyakit Ini…

Menurutnya, makan sekali sehari sah-sah saja selama kebutuhan nutrisi tetap tercukupi.

“Misal kalau intermittent fast, ya enggak masalah kalian makan siang tetapi nutrisinya tercukupi. Jadi jangan hanya makan satu makro tok,” imbuhnya.

Tubuh Butuh Asupan Lain

Ia mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan berbagai jenis zat gizi, termasuk karbohidrat, lemak, dan serat.

Mengandalkan satu jenis nutrisi saja, misalnya hanya protein, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Tubuh kalian itu juga masih butuh karbo. Tubuh kalian juga masih butuh fat. Tubuh kalian juga masih butuh serat dan kawan-kawannya,” kata Tirta.

“Kalau fat kita terlalu rendah, kulitnya sangat bersentuhan dan mood kita enggak akan stabil karena kolesterol itu kan penting untuk berbagai hormon,” jelasnya.

Cairan Tubuh Tak Boleh Dilupakan

Ia menegaskan, makan sekali sehari boleh saja dilakukan, asalkan memperhatikan keseimbangan gizi dan kebutuhan cairan tubuh.

“Tetap makanannya komposisinya tuh seimbang ya. Dan penuhi kebutuhan cairannya. Jangan lupa kebutuhan cairan itu yang paling penting,” ujarnya.

Tirta pun mengkritik pola makan sekali sehari yang tidak memperhatikan kualitas makanan. Menurutnya, itu sama saja tidak menjaga asupan makan.

“Kalau kalian makan sehari sekali tapi ya gorasi mi instan lah, bos. Mbok pikir weng mulo. Nah, piye? Itu patut dipertanyakan.”

Dengan kata lain, makan sekali sehari bukanlah masalah, asalkan pola dan kandungan gizinya tetap terjaga. Kunci utama tetap ada pada keseimbangan nutrisi dan tujuan diet yang jelas.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending