Connect with us

Berita

Pusat Survei Geologi Imbau Sekolah dan Masyarakat Perluas Edukasi Bencana

Pusat Survei Geologi imbau sekolah dan masyarakat tingkatkan edukasi dan simulasi bencana sebagai upaya mitigasi risiko gempa.

Logompn

Published

on

Pusat survei geologi imbau sekolah dan masyarakat perluas edukasi bencana
Pusat Survei Geologi dorong edukasi bencana yang lebih merata di sekolah dan masyarakat sebagai upaya mitigasi gempa. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 April 2025 - Pusat Survei Geologi menyerukan perluasan program edukasi bencana alam di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai langkah mitigasi bencana terhadap potensi gempa megathrust.

Kurangnya Pemahaman Masyarakat Jadi Sorotan

Menurut pernyataan dari Humas Pusat Survei Geologi, tingkat pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa megathrust masih dinilai rendah. Lembaga ini menekankan bahwa peningkatan kesadaran harus dilakukan melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan menyeluruh, mencakup berbagai lapisan masyarakat.

“Masyarakat masih kurang memahami terkait potensi gempa megathrust. Kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi, simulasi, pelatihan, dan sebagainya,” ujar Humas dari Pusat Survei Geologi kepada MPN Indonesia pada Jumat (18/4).

Langkah-langkah edukatif yang dimaksud mencakup sosialisasi langsung, pelatihan kesiapsiagaan, serta pelaksanaan simulasi secara berkala agar masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang perlu diambil jika terjadi bencana.

Sekolah Dianggap Strategis dalam Edukasi Bencana

Lingkungan sekolah disebut sebagai tempat strategis untuk memperkenalkan dan memperluas edukasi kebencanaan. Meskipun beberapa sekolah telah mengimplementasikan program edukasi tersebut, cakupan serta frekuensi pelaksanaannya dinilai masih terbatas dan belum merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Sekolah-sekolah di daerah tersebut sebagian besar sudah dibekali, namun perlu untuk ditingkatkan jumlah sekolah yang diedukasi dan lebih dirutinkan sosialisasi maupun simulasi jika terjadi bencana,” jelas Humas dari Pusat Survei Geologi.

Dengan menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi mitigasi bencana, siswa diharapkan dapat menjadi agen penyebar informasi kebencanaan di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, BPBD Laporkan 69 Titik Terdampak

Keterlibatan Pemerintah Daerah Dinilai Krusial

Humas Pusat Survei Geologi juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dalam mendukung dan memperluas program mitigasi bencana alam. 

Pemerintah daerah didorong untuk menginisiasi regulasi dan kegiatan yang memperhatikan potensi risiko bencana dalam penataan ruang serta aktivitas keseharian masyarakat.

“Pemda berperan besar dalam sosialisasi tersebut, bisa dengan membuat Perda mengenai penataan ruang yang memperhitungkan kondisi bencana, membuat kegiatan rutin simulasi jika terjadi bencana, dan lain sebagainya,” kata Humas Pusat Survei Geologi.

Kebijakan pemerintah lokal dinilai dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara kolektif, terutama di wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana gempa bumi.

Peran Media dan Teknologi Digital dalam Penyebaran Informasi

Media dan teknologi digital turut dianggap sebagai sarana penting dalam mendukung upaya edukasi dan mitigasi bencana. 

Menurut Humas Pusat Survei Geologi, kanal digital dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dengan menyajikan informasi kebencanaan yang akurat dan valid.

“Media dan teknologi digital berperan penting dengan memberikan informasi yang valid dan terpercaya. Media dan teknologi digital berperan dalam menangkal informasi hoax dan tidak bertanggung jawab terkait kejadian bencana,” tambahnya.

Pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu memperluas distribusi informasi edukatif dan membantu masyarakat dalam memahami risiko dan langkah mitigasi terhadap bencana alam.

Upaya Meningkatkan Mitigasi Bencana di Masa Mendatang

Melalui rangkaian strategi tersebut, Pusat Survei Geologi berharap bahwa langkah mitigasi bencana, khususnya menghadapi ancaman gempa megathrust, dapat lebih optimal. 

Fokus utama tetap pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan edukatif, dengan dukungan lintas sektor yang melibatkan institusi pendidikan, pemerintah daerah, serta media dan teknologi digital.

Baca Juga:  Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending