Connect with us

Berita

Mitra MBG Hampir Bangkrut Usai Ditagih Yayasan 400 Juta

Mitra dapur program Makan Bergizi Gratis di Kalibata terancam bangkrut usai belum menerima hampir Rp1 miliar.

Logompn

Published

on

Mitra mbg hampir bangkrut usai ditagih yayasan 400 juta
Mitra dapur MBG Kalibata lapor polisi usai belum terima dana Rp975 juta dari yayasan MBN. Gambar : Kompas.com/Egadia Birru

MPN Indonesia 19 April 2025 - Mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta Selatan, menghadapi potensi kebangkrutan setelah belum menerima pembayaran hampir Rp 1 miliar dari yayasan penyelenggara program berinisial MBN. Di tengah situasi tersebut, pihak mitra justru menerima tagihan dari yayasan sebesar Rp 400 juta untuk menutupi pengeluaran operasional lapangan.

Kuasa hukum mitra, Danna Harly, menyatakan bahwa kliennya, Ira Mesra Destiawati, yang mengelola dapur MBG Kalibata, telah mendapatkan tagihan pembayaran dari yayasan MBN, dengan alasan untuk membayar biaya ompreng. 

Hingga Kamis (17/4), belum terdapat penyelesaian atas klaim dana operasional dapur yang telah dikeluarkan Ira untuk mendukung jalannya program makan bergizi gratis.

Perselisihan Dimulai dari Perbedaan Anggaran

Persoalan dimulai sejak (24/3), ketika Ira mengetahui adanya perbedaan anggaran pada porsi makan untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, RA, dan SD. Kontrak awal menetapkan harga Rp 15.000 per porsi, namun dalam pelaksanaannya, sebagian harga diturunkan menjadi Rp 13.000 per porsi. 

Lebih lanjut, tiap harga porsi mengalami pemotongan tambahan sebesar Rp 2.500 oleh pihak yayasan, sehingga Ira hanya menerima Rp 12.500 dari harga awal Rp 15.000, dan Rp 10.500 dari harga Rp 13.000.

Ira telah melaksanakan kerja sama sejak Februari hingga Maret 2025, memasak sebanyak 65.025 porsi makan bergizi gratis. 

Seluruh biaya operasional, termasuk bahan pangan, sewa tempat, listrik, logistik, serta gaji juru masak, ditanggung pribadi oleh Ira.

Laporan Polisi dan Potensi Langkah Hukum

Atas dugaan penggelapan dana senilai Rp 975.375.000, Ira melaporkan yayasan MBN ke pihak kepolisian pada (10/4/2025). Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/1160/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA. Ira juga telah melakukan somasi dan pengajuan hak tagih kepada yayasan serta berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga:  Kerja di SPPG, Ibu di Wonosobo Beri Nama Anak 'Muhammad MBG Subianto'

“Sudah (komunikasi dengan yayasan). Kita malah ditagih Rp 400 juta. Suruh bayar ompreng,” ungkap Danna Harly kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa (15/4).

Danna Harly menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan upaya hukum berupa gugatan apabila tidak ada itikad baik dari pihak yayasan.

Dana Subsidi Pemerintah Sudah Disalurkan

Menurut informasi yang diterima pihak mitra, Badan Gizi Nasional telah menyalurkan dana kepada yayasan sebesar Rp 386.500.000. 

Namun, ketika Ira menagih haknya, yayasan menyatakan bahwa Ira justru memiliki kekurangan pembayaran sebesar Rp 45.314.249, dengan alasan adanya kebutuhan tambahan di lapangan. 

Hingga saat ini, belum ada penjelasan mendetail dari pihak yayasan mengenai rincian kekurangan tersebut.

Sementara itu, Kepala BGN, Dandan Hindayana, mengomentari kasus ini sebagai masalah internal mitra. Ia menyebut bahwa pihaknya telah memulai proses mediasi sejak (15/4/2025).

Operasional Dapur Tetap Berjalan dengan Dana Pribadi

Meski menghadapi kendala keuangan, dapur MBG di Kalibata kembali beroperasi menggunakan dana pribadi milik Ira. 

“Masih pakai pribadi bu Ira karena BGN masih berikan (dana kepada) yayasan sesuai aturan,” kata Danna Harly.

Ira juga menyampaikan harapannya agar tetap dapat berkontribusi dalam program MBG yang memiliki kontrak selama lima tahun. Namun, ia meminta adanya evaluasi dan perlindungan terhadap mitra dapur dari sistem yang tidak transparan.

“Saya masih ingin terlibat dalam program ini karena kontraknya lima tahun. Tapi saya ingin ada keadilan dan perlindungan. Jangan sampai mitra seperti saya menjadi korban sistem yang tidak transparan,” ujar Ira.

Evaluasi Kinerja Yayasan dan Perlindungan Mitra

Pihak Ira berharap agar BGN mengevaluasi kinerja yayasan serta pelaksanaan program makan bergizi gratis di lapangan. Ia menekankan pentingnya kepekaan BGN terhadap kondisi mitra dan pelaksanaan teknis program di lapangan. 

Baca Juga:  Livy Renata Diduga Sindir Deddy Corbuzier di X: Udah Tua Bukannya Diam

Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pihak yayasan terkait pencairan dana tahap kedua yang seharusnya diterima oleh mitra dapur MBG Kalibata.

(AKM/NID/RAD)

Trending