Connect with us

Teknologi

OpenAI Rugi Puluhan Juta Dolar Gara-Gara Pengguna Ucapkan ‘Tolong’ dan ‘Terima Kasih’ ke ChatGPT

OpenAI rugi puluhan juta dolar akibat pengguna ChatGPT yang sering menyisipkan kata “tolong” dan “terima kasih”.

Logompn

Published

on

Openai rugi puluhan juta dolar gara gara pengguna ucapkan 'tolong' dan 'terima kasih' ke chatgpt
OpenAI alami kerugian besar karena pengguna ChatGPT kerap mengucapkan “tolong” dan “terima kasih”. Gambar : unsplash.com/Dok. Zac Wolff

MPN Indonesia 22 April 2025 - OpenAI mengalami kerugian operasional signifikan akibat kebiasaan pengguna ChatGPT yang menyisipkan kata “Tolong” dan “Terima Kasih” saat mengajukan pertanyaan. 

CEO OpenAI, Sam Altman, mengonfirmasi bahwa tindakan sopan ini justru berkontribusi terhadap lonjakan beban komputasi dan biaya listrik, sehingga menyebabkan kerugian finansial dalam jumlah besar.

Pernyataan ini disampaikan Sam Altman melalui akun media sosial, X (sebelumnya Twitter) sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang pengguna tentang dampak energi dari kesopanan dalam berinteraksi dengan model kecerdasan buatan. 

“Saya jadi bertanya-tanya berapa banyak uang yang hilang dari OpenAI akibat biaya listrik yang dikeluarkan orang-orang yang mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” kepada model mereka,” tulis pengguna X, @tomieinlove pada Rabu (16/4).

Sam Altman menanggapi, “Puluhan juta dolar dihabiskan dengan baik,Anda tidak pernah tahu,” tulis dari X pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (22/4).

Beban Operasional dari Ucapan Sopan

Menurut laporan dari perusahaan jasa keuangan Goldman Sachs, setiap kueri yang diajukan ke ChatGPT-4 membutuhkan energi sekitar 2,9 watt per jam. Angka ini setidaknya sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan penggunaan energi oleh mesin pencari standar seperti Google. 

Dengan lebih dari satu miliar kueri yang diproses OpenAI setiap hari, maka total konsumsi energi harian dapat mencapai sekitar 2,9 juta kilowatt per jam.

Sam Altman mengungkapkan bahwa ucapan seperti “Tolong” dan “Terima Kasih”, meskipun secara sosial positif, memicu komputasi tambahan karena model harus memproses lebih banyak kata, yang secara kumulatif menambah beban sistem dan biaya. 

Baca Juga:  Bakal Digantikan AI, 150 Karyawan TikTok di Jerman Kena Imbas PHK

Dalam komentarnya di X, Sam Altman menekankan, “Berapa banyak uang yang hilang dari OpenAI dalam biaya listrik karena orang-orang mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ kepada model mereka.”

ChatGPT Alami Lonjakan Pengguna

Selain beban energi yang tinggi, ChatGPT juga mencatat lonjakan pengguna sejak awal tahun, terutama akibat tren viral gambar AI bergaya Studio Ghibli yang sempat menjadi perbincangan.

Tren ini menyebabkan peningkatan signifikan jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT, yang untuk pertama kalinya melampaui 150 juta pengguna pada tahun 2025.

Lonjakan pengguna ini turut memberikan tekanan tambahan terhadap infrastruktur sistem ChatGPT, meningkatkan beban server dan konsumsi energi.

Persaingan Teknologi AI yang Ketat

Untuk menjaga daya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, OpenAI meluncurkan dua model penalaran baru. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengungguli para pesaing utama seperti Google, Meta, xAI, Anthropic, dan DeepSeek dalam inovasi AI.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending