Connect with us

Teknologi

Rusia Uji Rudal Anti-Satelit Nudol, Ancaman Bagi Starlink dan Perang Luar Angkasa

Rusia uji coba rudal anti-satelit Nudol picu kekhawatiran global soal keamanan luar angkasa dan ancaman terhadap sistem Starlink serta satelit sipil lainnya.

Logompn

Published

on

Rusia uji rudal anti satelit nudol, ancaman bagi starlink dan perang luar angkasa
Rusia Uji Rudal Anti-Satelit Nudol, Ancaman Bagi Starlink dan Perang Luar Angkasa. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 22 April 2025 - Rusia telah menguji rudal anti-satelit (ASAT) Nudol yang mampu menarget satelit-satelit di orbit rendah Bumi, termasuk jaringan Starlink milik SpaceX, sebagai bagian dari peningkatan kemampuan militernya di luar angkasa.

Langkah ini dinilai sebagai persiapan menghadapi kemungkinan konflik luar angkasa dengan negara-negara Barat.

Pengujian terbaru sistem Nudol oleh militer Rusia menandai peningkatan signifikan dalam program senjata antariksa negara tersebut.

Dikutip MPN Indonesia dari laman forbes.com pada Selasa (22/4), rudal tersebut dikembangkan untuk menyerang satelit di Low Earth Orbit (LEO), wilayah yang menjadi jalur utama bagi lebih dari 7.000 satelit aktif milik SpaceX, termasuk sistem Starlink yang telah banyak digunakan Ukraina selama invasi Rusia.

Informasi ini dikemukakan oleh Victoria Samson, Direktur Keamanan dan Stabilitas Luar Angkasa di Secure World Foundation, dalam wawancara dan laporan berjudul Global Counterspace Capabilities 2025.

Rudal Nudol dan Potensi Persenjataan Nuklir

Menurut laporan yang sama, peluncur Nudol memiliki fitur yang secara teknis serupa dengan sistem rudal bersenjata nuklir.

Dugaan bahwa Rusia mungkin mempertimbangkan untuk memasang hulu ledak nuklir pada rudal ini mengemuka, meski bukti konklusif belum tersedia.

Dalam konteks sejarah, Rusia atau sebelumnya Uni Soviet, pernah mengembangkan pencegat nuklir serupa bernama “Gorgon”, yang juga dirancang untuk menghancurkan aset luar angkasa.

Jangkauan senjata Nudol disebut cukup luas untuk menjangkau berbagai objek di orbit rendah, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), satelit Starlink, serta satelit observasi seperti milik Planet Labs.

Baca Juga:  Pesawat Militer Rusia AN-22 Jatuh Saat Uji Terbang, Seluruh Awak Dilaporkan Tewas

Dalam uji coba sebelumnya, rudal ini pernah digunakan untuk menghancurkan satelit nonaktif, menciptakan medan puing berbahaya yang mengancam jalur orbit ISS dan memaksa awak stasiun untuk berlindung di kapsul darurat.

Eskalasi Perang Siber dan Serangan Elektronik

Selain melalui rudal fisik, Rusia juga dilaporkan meningkatkan serangan elektronik terhadap sistem komunikasi luar angkasa.

Dalam beberapa laporan militer dan komentar dari pejabat Ukraina, sistem Tobol Rusia digunakan untuk mengganggu transmisi dari satelit Starlink di wilayah Ukraina timur.

Teknologi baru bernama “Kalinka” juga disebut-sebut dikembangkan untuk mendeteksi dan memutus koneksi antara satelit Starlink dan terminal pengguna di darat.

Perang siber ini juga mendapat sorotan ketika Rusia meluncurkan serangan simultan terhadap infrastruktur internet Ukraina, termasuk menyerang stasiun bumi ViaSat.

Sejak saat itu, SpaceX mengirim ribuan terminal Starlink ke Ukraina untuk mendukung komunikasi sipil dan militer, yang kemudian menjadi target militer Rusia.

TASS, kantor berita negara Rusia, mengutip pernyataan pejabat pro-Moskow bahwa mereka telah mengembangkan teknologi untuk mengacaukan sistem Starlink, dengan tujuan melemahkan efektivitas rudal dan UAV jarak jauh.

Dimensi Internasional dan Potensi Konflik Global

Pengembangan dan pengujian sistem ASAT seperti Nudol telah memicu kekhawatiran internasional mengenai kemungkinan perlombaan senjata di luar angkasa.

Meskipun Rusia adalah pihak yang menandatangani Outer Space Treaty, yang melarang penempatan senjata nuklir di orbit, veto Rusia terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung perjanjian ini menimbulkan pertanyaan tentang niat sebenarnya Kremlin.

Amerika Serikat sebelumnya mengungkap adanya proyek rahasia Rusia untuk menciptakan wahana antariksa bersenjata nuklir yang dapat membuntuti satelit musuh.

Meskipun Presiden Vladimir Putin membantah keberadaan proyek tersebut, sejumlah analis menganggap bahwa Rusia tengah memanfaatkan isu senjata luar angkasa sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap NATO.

Baca Juga:  Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, Hukum Gantung jadi Metode Eksekusi

Menurut Elena Grossfeld dari King’s College London, meskipun Rusia memiliki kapasitas untuk melengkapi rudal ASAT dengan hulu ledak nuklir, penggunaannya dalam konflik nyata akan membawa risiko sangat tinggi.

Ia menegaskan bahwa penghancuran satelit pemantau milik AS dapat ditafsirkan sebagai sinyal serangan nuklir, yang bisa memicu balasan besar dari pihak Barat.

Ancaman Nyata bagi Keamanan Luar Angkasa

Secara keseluruhan, uji coba rudal Nudol dan upaya Rusia dalam memperkuat dominasi luar angkasa menambah dimensi baru dalam konflik internasional yang sedang berlangsung.

Selain ancaman terhadap infrastruktur sipil seperti Starlink, perkembangan ini juga meningkatkan ketegangan global terkait keamanan luar angkasa dan risiko eskalasi konflik antarnegara.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga5 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita24 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita31 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita56 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending