Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Debat dengan Remaja yang Tak Mau Wisuda Sekolah Dihapus: Kenapa Miskin Mau Bergaya?

Dedi Mulyadi berdebat dengan seorang remaja putri terkait penghapusan kegiatan wisuda di sekolah.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 28t113952.600
Dedi Mulyadi Debat dengan Siswa yang Tak Mau Wisuda Dihapus | Gambar: Ig/@dedimulyadi71

Jawa Barat, MPN Indonesia 28 April 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdebat dengan seorang remaja putri asal Kabupaten Bekasi terkait kebijakan penghapusan kegiatan wisuda di tingkat sekolah.

Diskusi ini berawal dari kritik yang disampaikan remaja tersebut melalui media sosial, menyoroti kebijakan pemerintah Jawa Barat termasuk program penggusuran rumah di bantaran sungai.

Dedi Jelaskan Alasannya Hapus Wisuda Sekolah

Dalam diskusi tersebut, Dedi Mulyadi mempertanyakan praktik wisuda di tingkat pendidikan dasar dan menengah yang menurutnya tidak lazim.

“Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia,” ujar Dedi, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (28/4).

Ia menambahkan bahwa acara wisuda di tingkat sekolah cenderung memberatkan biaya keluarga, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah miskin seperti bantaran sungai.

“TK ada wisuda, lalu SD wisuda lagi, terus SMP wisuda lagi tetapi orang tuanya enggak punya rumah, tinggal di bantaran sungai,” kata Dedi.

Dedi menegaskan bahwa kebijakan penghapusan wisuda merupakan bagian dari kebijakan pemerintah Jawa Barat untuk melindungi masyarakat miskin dari beban ekonomi tambahan.

Ia menyebutkan bahwa orang tua kerap dibebani biaya tambahan seperti pembayaran untuk kegiatan study tour yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Minta Wisuda Sekolah Tetap Ada

Di sisi lain, remaja tersebut berpendapat bahwa perpisahan atau wisuda adalah momen penting bagi siswa untuk mengenang masa-masa sekolah.

“Saya merasa sudah lulus, kalau enggak ada perpisahan, kita tuh enggak bisa kumpul bareng atau ngerasain interaksi terakhir bersama teman-teman,” kata dia.

Baca Juga:  Terlilit Utang Judol, Pria di Bandung Nekat Habisi Penjaga Konter hingga Tewas

Ia pun meminta agar wisuda untuk anak sekolah tak dihapus, melainkan dikurangi biayanya.

Dedi Mulyadi lantas menyarankan agar siswa yang ingin mengadakan acara perpisahan melakukannya secara mandiri tanpa melibatkan sekolah.

“Ya sudah, perpisahan sendiri saja. Enggak bawa sekolah. Kumpul-kumpul bersama teman-teman, bikin perpisahan sendiri sok saja, tapi jangan melibatkan sekolah,” tuturnya.

Debat Sengit soal Wisuda

Dedi juga mengajukan pertanyaan mengenai dana untuk acara perpisahan yang harus ditanggung orang tua.

“Duit perpisahan dari siapa?” tanyanya.

Setelah remaja itu menjawab dari orang tua, Dedi kembali menegaskan,

“Kalau dari orang tua, membebani tidak? Terus kalau tanpa perpisahan, apa sekolah bakal bubar?” kata Dedi.

Ia pun menyayangkan siswa tersebut lebih memilih wisuda daripada memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain.

“Kamu miskin gak?” tanya Dedi.

“Iya saya mengakui,” timpat remaja.

“Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan. Kamu merasa miskin, kenapa miskin ga prihatin?” tegas Dedi Mulyadi.

Dedi: Logikanya Tidak Tepat

Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa bentuk kritik yang dilontarkan remaja tersebut kurang tepat sasaran.

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah seharusnya diarahkan pada kebijakan yang memberatkan masyarakat, seperti iuran sekolah yang tinggi atau masalah infrastruktur, bukan pada upaya mengurangi beban biaya keluarga.

“Kritik gubernur karena membebani rakyat, sekolah harus bayar iuran. Kritik gubernur karena membiarkan orang tua dibebani bayar iuran sekolah. Kritik gubernur karena membiarkan banjir, itu saya senang,” kata Dedi.

“Ini, kritik gubernur karena melarang perpisahan. Akhirnya di-bully karena logikanya tidak tepat,” imbuhnya.

Selain itu, terkait dengan program penggusuran di bantaran sungai, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi mencegah banjir yang lebih parah di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Satu Kelas Diisi 50 Siswa, Wamendikdasmen: Makruh, Sebaiknya Jangan Dilakukan

“Kenapa saya melakukan ini? Kalau saya tidak melakukan ini, banjir parah lagi. Gubernur yang disalahin. Sekarang kan sudah agak lumayan,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal3 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga23 minutes ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional32 minutes ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi2 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi2 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga2 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral2 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga3 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Fleetwood vs Arsenal 1 1 (5 3) The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti
Olahraga4 hours ago

Fleetwood vs Arsenal 1-1 (5-3): The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption
Berita4 hours ago

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh
Berita20 hours ago

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh

Trending