Politik
Mendikdasmen Izinkan Wisuda Sekolah, Dedi Mulyadi: Saya Tak akan Dengar Siapapun
Dedi Mulyadi tegaskan akan tetap melarang wisuda sekolah meskipun Mendikdasmen memperbolehkan.
Jawa Barat, MPN Indonesia 2 Mei 2025 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan tetap melarang pelaksanaan wisuda sekolah di wilayahnya meskipun Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperbolehkan kegiatan tersebut.
Dedi mengatakan tidak akan mendengar siapa pun terkait soal ini. Ia hanya akan fokus memberi kesejahteraan pada warganya.
“Saya tidak akan mendengar siapa pun. Yang penting saya sebagai Gubernur Jabar bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat Jabar,” ujar Dedi Mulyadi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Alasan Dedi Larang Wisuda Sekolah
Dedi mengatakan bahwa ia lebih memahami persoalan di masyarakat Jawa Barat karena dirinya lah yang sering berinteraksi dengan mereka.
Menurutnya, meskipun wisuda sekolah dianggap sebagai perayaan kelulusan, kenyataannya banyak orang tua yang kesulitan membayar biaya tersebut.
Alhasil, banyak orang tua yang terpaksa meminjam uang melalui rentenir atau layanan pinjaman online, yang pada akhirnya meningkatkan angka kemiskinan di Jawa Barat.
“Anaknya nangis. Anaknya ngambek. Anaknya merasa di lingkungannya menjadi terpinggirkan. Sehingga orang tuanya terbebani. Akibat orang tuanya terbebani pinjam Bank Emok. Pinjam bank keliling. Pinjam pinjol. Angka kemiskinan di Jawa Barat akan semakin meningkat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pola pengeluaran masyarakat yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan pendidikan, termasuk study tour dan outing kelas, selain cicilan motor.
“Orang Jawa Barat itu per RT sudah ada kumpulan 10 orang. Itu pengeluaran rentenir. Dan rata-rata dipakai biaya sekolah, study tour, outing kelas, kredit motor,” tambah Dedi Mulyadi.
Mendikdasmen Tak Sependapat dengan Dedi
Sebelumnya, menanggapi kebijakan Dedi Mulyadi, Abdul Mu’ti memberikan pandangan yang berbeda.
Ia menyatakan bahwa wisuda sekolah dapat dilakukan sepanjang tidak memberatkan orang tua dan atas persetujuan mereka serta siswa.
“Kalau menurut saya begini, sepanjang itu tidak memberatkan dan atas persetujuan orang tua dan murid, ya masa sih tidak boleh gitu kan. Yang penting wisuda sekolah itu jangan berlebih-lebihan dan juga jangan dipaksakan,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan saat ditemui di Kota Depok, Selasa (29/4).
Ia menjelaskan bahwa wisuda sekolah tidak hanya merupakan bentuk syukur atas pencapaian pendidikan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara orang tua, siswa, dan pihak sekolah.
“Jadi menurut saya sudahlah itu dikembalikan ke masing-masing sekolah, yang penting tidak memberatkan,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
