Connect with us

Politik

Anggota DPR Kritik KDM soal Kirim Anak Nakal ke Militer: Tak Semua Masalah Harus Diselesaikan TNI

Anggota Komisi X DPR RI kritisi kebijakan Dedi Mulyadi soal kirim anak nakal ke barak militer.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 02t143427.310
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa saat mengikuti pertemuan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/4) | Gambar: DPR RI

MPN Indonesia 2 Mei 2025 - Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa mengatakan permasalahan perilaku anak memerlukan penanganan yang komprehensif, bukan sekadar hukuman atau pendidikan disiplin.

Dalam pernyataannya di Surabaya, Jawa Timur, Ledia menjelaskan bahwa perilaku anak yang dianggap nakal sering kali disebabkan oleh berbagai faktor.

“Kita lihat begini, anak disebut nakal tentu karena dia sudah melanggar peraturan yang ada. Ada banyak sebabnya, kita harus lihat sebabnya,” ujarnya, Rabu (30/4), dikutip MPN Indonesia dari lama DPR.

Lingkungan Memengaruhi Perkembangan Anak

Ledia pun menekankan bahwa peran orang dewasa di sekitar anak sangat penting dalam membentuk perilaku.

Ia mengatakan, lingkungan anak sangat memengaruhi perkembangannya. Pasalnya, anak-anak akan meniru perilaku orang dewasa yang ada di sekitarnya.

“Pertama, apakah orang dewasa di sekitarnya, orang dewasa yang dalam pandangan dan pantaunya, itu memberikan contoh teladan yang baik,” kata Ledia.

“Kalau yang tidak memberikan contoh, memang pasti mereka meniru orang-orang yang tidak bisa menjadi contoh yang baik,” imbuhnya.

Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

Lebih lanjut, Ledia yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PKS dan Daerah Pemilihan Jawa Barat I, menyoroti pentingnya komunikasi antara sekolah dan pihak keluarga.

Ia menekankan perlunya dialog untuk mengidentifikasi akar masalah sebelum menentukan solusi.

“Yang kedua tentu harus dibincang dengan kedua orang tuanya, apa masalahnya, sampai anak-anak melakukan hal-hal tersebut. Ketiga, dibincang dengan sekolahnya, apa yang terjadi. Hal-hal seperti ini harus didialogkan terlebih dahulu,” sebutnya.

Menurutnya, dialog yang terbuka dapat membantu menemukan solusi yang tepat.

“Supaya dengan demikian kita punya, katakanlah obatnya dari penyakit. Kan didiagnosa dulu ya, penyakit apa gitu. Dapat, oh ini ternyata persoalannya A, B, C, jadi lebih tepat,” ucap Ledia.

Baca Juga:  Komisi III DPR RI Setujui Komjen Suyudi Ario Seto jadi Calon Kapolri Gantikan Listyo Sigit

Tolak Pendekatan Militeristik

Dalam kesempatan yang sama, Ledia menolak pendekatan militeristik sebagai solusi utama untuk masalah perilaku anak.

Ia menegaskan bahwa tak semua persoalan anak-anak bisa diselesaikan melalui pendidikan militer.

“Tidak semua persoalan harus diselesaikan oleh tentara, termasuk persoalan siswa bermasalah,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending