Connect with us

Berita

Jelang Musim Kemarau, BMKG Prediksi Beberapa Wilayah Ini Paling Panas

BMKG perkirakan beberapa wilayah Indonesia alami suhu tertinggi saat musim kemarau. Warga diminta waspada dan jaga kondisi tubuh.

Logompn

Published

on

Jelang musim kemarau, bmkg prediksi beberapa wilayah ini paling panas
Jelang Musim Kemarau, BMKG Prediksi Beberapa Wilayah Ini Paling Panas. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Mei 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat beberapa wilayah di Indonesia mengalami suhu udara tertinggi sepanjang musim kemarau 2025.

Deputi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa Tanah Merah, Papua Selatan, mencatat suhu ekstrem sebesar 38,4°C pada (29/3) dan 37,0°C pada (21/4).

Selain itu, Stasiun Meteorologi Juanda di Jawa Timur mencatat suhu maksimum 37,9°C pada (23/4).

“Selain Papua Selatan dan Jawa Timur, suhu di atas 35°C juga tercatat di wilayah Lampung dan beberapa daerah lain di Jawa Timur pada akhir April,” ujar Guswanto kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Jumat (2/5).

Wilayah selatan ekuator seperti Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatera juga diidentifikasi sebagai daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi suhu ekstrem.

Penyebab Meningkatnya Suhu Panas Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan suhu ekstrem pada musim kemarau 2025 terutama disebabkan oleh masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Pada periode pancaroba ini, cuaca cenderung cerah dari pagi hingga siang hari, memungkinkan radiasi matahari masuk secara maksimal.

“Cuaca panas ekstrem yang dirasakan belakangan ini terutama disebabkan oleh masa peralihan musim dari hujan ke kemarau,” jelas Guswanto.

Selain faktor musiman, posisi geografis Indonesia turut berperan.

“Indonesia yang terletak di sekitar garis ekuator saat ini sedang menerima penyinaran matahari yang sangat intens karena posisi semu matahari sedang melintasi wilayah ekuatorial dan bergerak ke utara,” tambahnya.

Deklinasi matahari yang tercatat sekitar 11,2° Lintang Utara pada awal Mei 2025 memperkuat pemanasan permukaan, terutama saat langit cerah, kelembapan rendah, dan pergerakan angin lemah.

Baca Juga:  Fenomena Bediding Kembali Terjadi, Ini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Dampak Suhu Ekstrem Terhadap Kesehatan dan Lingkungan

BMKG memperingatkan bahwa suhu tinggi membawa risiko kesehatan yang serius.

“Dehidrasi dan heat stroke menjadi risiko utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama,” tutur Guswanto.

Suhu tinggi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan kekeringan lokal, mengurangi ketersediaan air bersih, dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kondisi panas dan kering meningkatkan potensi karhutla, khususnya di daerah-daerah minim curah hujan,” lanjutnya.

BMKG menegaskan bahwa faktor-faktor ini merupakan dampak nyata dari perubahan iklim yang memperparah kondisi cuaca ekstrem selama musim kemarau.

Imbauan BMKG untuk Mitigasi Dampak Panas

Untuk mengurangi risiko akibat suhu panas ekstrem, BMKG mengeluarkan beberapa imbauan bagi masyarakat:

  • Tetap terhidrasi dengan minum air cukup, bahkan saat tidak merasa haus.
  • Batasi aktivitas luar ruangan, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
  • Gunakan pelindung seperti topi, payung, dan pakaian ringan saat berada di luar ruangan.
  • Manfaatkan ventilasi atau pendingin udara jika memungkinkan.
  • Perhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
  • Pantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

“Langkah-langkah ini membantu mengurangi dampak kesehatan dan menjaga kenyamanan masyarakat di tengah kondisi panas tinggi,” ungkap Guswanto.

Prediksi Durasi Suhu Ekstrem

BMKG memperkirakan suhu ekstrem akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2025.

Namun, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi peningkatan suhu pada periode September hingga Oktober 2025, seiring dengan kembalinya posisi semu matahari melintasi wilayah ekuator.

“Kondisi panas ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2025 dan dapat kembali meningkat pada September hingga Oktober,” pungkas Guswanto.

Baca Juga:  BMKG Minta Masyarakat Waspada Tsunami saat Mudik Lebaran, Ini Titik Rawannya!

Penyebaran Informasi oleh BMKG

Untuk memastikan masyarakat menerima informasi terbaru mengenai cuaca dan suhu, BMKG telah menyiapkan berbagai saluran komunikasi.

“Kami menyampaikan informasi cuaca dan suhu harian secara real-time melalui website resmi, media sosial @infoBMKG, aplikasi Info BMKG, call center, serta bekerja sama dengan media penyiaran nasional dan lokal,” tutup Guswanto.

(AKM/NID/RAD)

Trending