Berita
Kenapa Menyontek Jadi Kebiasaan di Sekolah Indonesia? Berikut Penyebab dan Solusinya
Kebiasaan menyontek marak di sekolah Indonesia. Pakar sebut sistem pendidikan yang fokus nilai jadi pemicu, orang tua diminta perhatikan proses belajar anak.
MPN Indonesia 6 Mei 2025 - Kebiasaan menyontek di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia menjadi sorotan usai data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan tingginya angka kecurangan akademik.
Pakar psikologi pendidikan, Vera Itabiliana, menilai fenomena ini sebagai dampak dari sistem pendidikan yang terlalu fokus pada nilai.
“Sistem yang menjadikan nilai sebagai tolok ukur utama membuat siswa terdorong mencari jalan pintas, salah satunya dengan menyontek,” ujar Vera Itabiliana kepada MPN Indonesia dalam keterangan tertulis, pada Senin (5/5).
Tekanan Nilai dan Lingkungan Kompetitif
Vera menjelaskan, tekanan dari keluarga dan sekolah memperkuat perilaku ini. Banyak orang tua masih mengukur keberhasilan anak dari nilai dan peringkat.
“Ketika anak hanya dihargai karena nilai, mereka merasa harus berhasil dengan cara apa pun, bahkan curang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti lingkungan sekolah yang kompetitif dan hanya menilai dari angka, bukan kemampuan sesungguhnya.
Akibatnya, siswa merasa terjebak dalam sistem yang mendorong hasil instan.
Pentingnya Peran Orang Tua
Untuk mengatasi kebiasaan menyontek, Vera menekankan peran orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak dan mendukung proses belajar, bukan sekadar menuntut hasil.
“Bantu anak menghadapi kesulitan belajar. Tanamkan bahwa hasil belajar adalah milik mereka dan layak dibanggakan,” kata Vera.
Selain mendampingi proses belajar, orang tua juga disarankan mengembangkan potensi anak di luar bidang akademik.
“Kenali minat dan bakat anak agar mereka punya prestasi lain yang bisa dibanggakan, bukan cuma nilai rapor,” tambahnya.
Arah Baru Pendidikan Indonesia
Fenomena menyontek mencerminkan perlunya reformasi pendidikan. Vera berharap sistem pendidikan Indonesia tak lagi hanya menekankan angka, tapi juga karakter dan keterampilan.
Meski perubahan sistem butuh waktu, langkah awal bisa dimulai dari rumah dan sekolah yang mendukung anak secara menyeluruh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
