Connect with us

Internasional

Trump Ingin Alcatraz Beroperasi Kembali, Penjara Paling Kejam di AS

Donald Trump memerintahkan Alcatraz dibuka kembali.

Logompn

Published

on

Donald trump rencanakan penjara paling kejam alcataraz beroperasi kembali
Donald Trump Ingin Penjara Paling Kejam Alcataraz Dibuka Kembali | Gambar: Associated Press

MPN Indonesia 7 Mei 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan bawahannya untuk membuka kembali Alcatraz, penjara di pulau terpencil di Teluk San Francisco yang telah ditutup sejak 1963.

Trump menyebut penjara ini akan digunakan untuk menahan pelaku kejahatan paling berbahaya di negara tersebut.

“Hari ini saya menginstruksikan Biro Penjara, bersama Departemen Kehakiman, FBI, dan Keamanan Dalam Negeri, untuk membuka kembali ALCATRAZ,” kata Trump di platform Truth Social, dikutip dikutip MPN Indonesia dari AP News, Rabu (7/5).

Alasan Pembukaan Kembali Alcatraz

Donald Trump menilai AS telah lama dirundung penjahat kelam nan brutal yang tak pernah memberi kontribusi positif pada negara.

Ia pun menyoroti ketegasan AS di masa lalu yang lebih berani menghukum para kriminal berbahaya.

“Ketika kita masih menjadi bangsa yang lebih serius di masa lalu, kita tidak ragu untuk mengurung para kriminal paling berbahaya dan menjauhkan mereka dari siapa pun yang bisa mereka sakiti. Memang seharusnya begitu,” kata Trump.

Trump juga menyatakan bahwa frustrasinya terhadap hakim-hakim yang ‘terlalu radikal’ menjadi pemicu ide ini.

Akan Telan Biaya Besar

Menghidupkan kembali fasilitas penjara yang telah lama terbengkalai diperkirakan akan memerlukan investasi besar, terutama karena kondisi fisik bangunan yang telah rusak akibat usia dan cuaca laut yang ekstrem.

John Martini, seorang sejarawan Alcatraz, menyatakan bahwa penjara ini ditutup sebagian karena dibangun dengan konstruksi yang lemah.

Oleh sebab itu, menghidupkan kembali Alcatraz akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Akan menjadi lubang biaya yang sangat besar jika harus diperbarui sesuai standar… sehingga lebih mudah membangun penjara baru,” kata Martini, dikutip MPN Indonesia dari LA Times.

Bangunan Alcatraz yang tampak dari luar menunjukkan kerusakan berat seperti dinding yang terkelupas, sambungan yang bocor, dan struktur beton yang memburuk.

Baca Juga:  Trump Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia jadi 19%

Tanggapan Pejabat Lain

Menanggapi perintah tersebut, Direktur Biro Penjara, William K. Marshall III mengatakan ia dan jajarannya siap menjalankan perintah Trump.

“Biro Penjara akan dengan sungguh-sungguh mengejar segala cara untuk mendukung dan melaksanakan agenda Presiden. Saya telah memerintahkan penilaian segera untuk menentukan kebutuhan kami dan langkah selanjutnya,” katanya.

Namun, tanggapan dari pejabat California menunjukkan banyak keraguan. Juru bicara Gubernur Gavin Newsom menilai ini hanya sebagai pengalih perhatian masyarakat dari tindakan Trump selama menjabat sebagai presiden.

Senator Negara Bagian Scott Wiener menyebut rencana ini “tidak waras”, tetapi menambahkan “Ketika Donald Trump mengatakan sesuatu, ia benar-benar berniat melakukannya”.

Sejarah Alcatraz

Berdasarkan laporan AP News, Alcatraz yang dulu dikenal sebagai “The Rock” beroperasi sebagai penjara federal dari tahun 1934 hingga 1963.

Penjara ini pernah menampung tokoh kriminal seperti Al Capone dan George “Machine Gun” Kelly.

Selama 29 tahun beroperasi, 36 orang mencoba kabur dalam 14 percobaan berbeda, namun sebagian besar gagal atau tewas dalam upaya tersebut.

Setelah ditutup, pulau ini menjadi Landmark Sejarah Nasional dan bagian dari Golden Gate National Recreation Area. Lebih dari 1,4 juta wisatawan mengunjunginya setiap tahun.

Menurut pernyataan dari Golden Gate National Parks Conservancy, “Alcatraz bukan lagi penjara aktif selama lebih dari 60 tahun. Saat ini, ini adalah simbol kuat — Landmark Sejarah Nasional yang dijaga selamanya, pengalaman taman nasional yang transformatif dan situs refleksi global.”

(ADN/NID/RAD)

Trending