Connect with us

Berita

Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Pemerintah Luncurkan Kampung Siaga TBC di Jakarta Timur

Pemkot Jaktim luncurkan Kampung Siaga TBC untuk capai target bebas TBC 2030, fokus pada pengobatan, pencegahan, dan penghapusan stigma penyakit.

Logompn

Published

on

Peringati hari tuberkulosis sedunia, pemerintah luncurkan kampung siaga tbc di jakarta timur
Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Pemerintah Luncurkan Kampung Siaga TBC di Jakarta Timur. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 7 Mei 2025 - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur resmi meluncurkan Kampung Siaga TBC dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diselenggarakan di GOR Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, pada Selasa (6/5).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Jakarta Timur Akhiri Tuberkulosis, sebuah inisiatif kebijakan kesehatan yang bertujuan menghentikan penyebaran penyakit tuberkulosis di wilayah Jakarta Timur.

Acara yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media.

Iin menyampaikan target ambisius untuk menjadikan Jakarta Timur bebas TBC pada tahun 2030, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai eliminasi TBC.

“Secara kondisi demografi, wilayah Jakarta Timur memiliki jumlah penduduk terbanyak se-DKI Jakarta dan ini menjadi PR sekaligus tantangan agar target TBC bisa clear 5 tahun ke depan atau 2030,” ujar Iin Mutmainnah kepada wartawan di Jakarta Timur, pada Selasa (6/5).

Iin Mutmainnah juga menyoroti perlunya menghapus stigma terhadap TBC.

Ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa tuberkulosis bukanlah aib dan dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin sesuai anjuran medis.

“Stigma itu harus disosialisasikan kalau TBC bukanlah aib dan bisa disembuhkan dengan cara berobat yang rutin,” imbuhnya.

Strategi Penanggulangan TBC dan Data Kasus Jakarta Timur

Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, wilayah ini mencatat 17.363 terduga TBC, dengan 2.645 kasus positif dan 324 kasus di antaranya terjadi pada anak-anak.

Angka ini menegaskan pentingnya pelaksanaan kebijakan kesehatan yang berfokus pada pencegahan dan pengobatan.

“Pemeriksaan rutin ke puskesmas serta pengobatan selama enam bulan bagi yang terindikasi TBC sangat penting dilakukan, dan satu lagi adalah rujukan ke rumah sakit bagi yang resisten terhadap obat perlu dilakukan bagi mereka yang terindikasi dan juga positif akan TBC,” jelas Herwin.

Baca Juga:  Polri Tak Izinkan Acara Kembang Api Tahun Baru 2026

Langkah-langkah ini termasuk pemeriksaan rutin, pengobatan jangka panjang, dan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk kasus-kasus yang memerlukan perhatian khusus.

Pemerintah berharap pendekatan terintegrasi ini dapat mempercepat pencapaian target eliminasi TBC.

(ARI/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending