Connect with us

Berita

Yayasan Bosowa Bina Insani Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG

Yayasan Bosowa Bina Insani minta maaf atas dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis, dan terus melakukan evaluasi serta koordinasi dengan pihak terkait.

Logompn

Published

on

Penanggung jawab satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) yayasan bosowa bina insani, eko arianti
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti. Gambar : MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 10 Mei 2025 - Yayasan Bosowa Bina Insani menyampaikan permintaan maaf resmi atas dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor.

Kejadian ini mendorong pihak yayasan untuk mengambil langkah cepat dalam penanganan, evaluasi, dan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Pernyataan Resmi dan Penyesalan Pihak Yayasan

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti, mengungkapkan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Jumat sore (9/5), Eko menyampaikan bahwa pihak yayasan telah mengajukan permohonan maaf secara terbuka.

“Dengan ini kami, Yayasan Bosowa Bina Insani, menyatakan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat siswa dan siswi, serta orang tua siswa penerima manfaat. Kami tetap terus memantau,” ujar Eko Arianti kepada wartawan di Bogor, pada Jumat (9/5).

Yayasan menegaskan komitmennya dalam menjalankan program MBG dengan tanggung jawab penuh dan keterbukaan terhadap proses evaluasi.

Mereka memastikan untuk tetap aktif melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Langkah Penanganan dan Evaluasi

Menanggapi insiden tersebut, Yayasan Bosowa Bina Insani segera menyerahkan sampel makanan dari hari kejadian kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor untuk diperiksa.

Sampel tersebut merupakan bagian dari distribusi program makan bergizi gratis yang dilaksanakan pada hari yang sama saat dugaan keracunan terjadi.

Eko menyebut bahwa pihak yayasan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda.

Baca Juga:  Emak-Emak Lempar Uang ke Driver Ojol karena Kesal soal Tarif

Selama masa tunggu ini, yayasan terus melakukan koordinasi aktif dengan Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi proses dan sistem yang digunakan dalam penyediaan makanan.

“Kami sudah menyerahkan sampel makanan yang kami distribusikan pada hari itu. Saat ini sedang diperiksa di Labkesda Kota Bogor. Kami menunggu hasilnya dan akan terus berkoordinasi dengan BGN serta melakukan evaluasi yang diperlukan,” jelas Eko.

Komitmen Tindak Lanjut dan Pemantauan

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelaksanaan program MBG, pihak yayasan juga telah melakukan kunjungan langsung kepada sejumlah siswa yang terdampak.

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab serta dukungan moral kepada keluarga penerima manfaat program.

“Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami terhadap pelaksanaan program ini,” tambahnya.

Yayasan juga menegaskan bahwa seluruh makanan yang disediakan dalam program MBG telah melalui serangkaian proses pengujian, termasuk uji organoleptik.

Proses tersebut dilakukan dengan mencicipi makanan yang telah dimasak sebelum dikemas dan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Dalam menyikapi kasus dugaan keracunan ini, Yayasan Bosowa Bina Insani menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan.

Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis di lingkungan pendidikan.

“Terkait dengan hal-hal yang tadi disampaikan dengan pemerintah kota melalui Dinkes, kami tetap komitmen bahwa program ini kita jalankan bersama-sama dengan seluruh stakeholder,” tutup Eko.

(DIM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending