Connect with us

Lifestyle

Plank atau Sit Up, Mana yang Lebih Ampuh Rontokkan Lemak Perut?

dr Tirta tegaskan plank dan sit up tak cukup untuk kecilkan perut tanpa defisit kalori, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik yang konsisten.

Logompn

Published

on

Plank atau sit up, mana yang lebih ampuh rontokkan lemak perut
Plank atau Sit Up, Mana yang Lebih Ampuh Rontokkan Lemak Perut? Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Plank dan sit up kerap dijadikan latihan andalan untuk mengecilkan perut. Namun menurut dr Tirta, efektivitas keduanya tidak cukup jika tidak dibarengi dengan defisit kalori dan aktivitas fisik yang konsisten.

Dalam video di kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada (5/5), dr Tirta menegaskan bahwa mengecilkan perut harus melalui program fat loss, bukan sekadar memilih jenis latihan.

“Untuk menghilangkan lemak perut, programnya harus fat lost. Menghilangkan lemak dengan cara defisit kalori yang dihitung dari seharian,” ujar dr Tirta, dikutip MPN Indonesia, Rabu (14/5).

Ia menambahkan bahwa defisit kalori bisa dicapai lewat dua cara utama, yakni mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik.

“Menghilangkan lemak bisa dari 2 cara, pertama mengatur pola makan, kedua meningkatkan aktivitas fisik. Aktivitas yang membakar kalori adalah aktivitas yang berat,” jelasnya.

Bukan Soal Pilih Plank atau Sit Up

Menurut dr Tirta, plank dan sit up memang berguna untuk memperkuat otot inti.

Namun, keduanya tidak langsung membakar lemak di perut. Tanpa defisit kalori, latihan apa pun tidak akan efektif mengecilkan perut.

“Kamu bisa plank tiap hari, tapi kalau makanmu masih berlebihan, perutmu enggak akan mengecil,” jelasnya.

Ia menceritakan salah satu pasiennya yang berhasil menurunkan berat badan dari 136 kg menjadi 122 kg dalam enam bulan.

Hasil itu dicapai melalui kombinasi gym, jalan kaki, dan pola makan teratur. Artinya, keberhasilan bukan hanya karena latihan tertentu, tetapi dari pendekatan menyeluruh.

Penjelasan Ilmiah: Lemak Tidak Hilang dengan Satu Jenis Latihan

Lemak tubuh, termasuk di bagian perut, hanya bisa dikurangi jika asupan kalori lebih rendah dari yang dibakar.

Baca Juga:  Apakah Operasi Bariatrik Efektif Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Dr Tirta menjelaskan bahwa lemak viseral yang mengelilingi organ dalam berbahaya karena berkaitan dengan penyakit seperti diabetes dan hipertensi.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari olahraga, seseorang dianjurkan berlatih minimal 150 menit per minggu. Kombinasi latihan ketahanan (resistance training) dan kardio sangat dianjurkan.

Latihan seperti plank atau sit up memang bermanfaat, tetapi jika hanya dilakukan selama 10 menit per hari tanpa pengaturan makan dan aktivitas lainnya, hasilnya tidak akan signifikan.

“Lemak akan berkurang kalau tubuh dalam kondisi defisit kalori,” jelas dr Tirta.

Aktivitas ringan seperti jalan kaki juga efektif, terutama jika dilakukan lama dan berada dalam zona pembakaran lemak (zona 2). Tapi tetap, semua itu harus dibarengi dengan pola makan yang tepat.

Kunci Utama: Konsistensi dan Gaya Hidup Sehat

Dr Tirta mencontohkan seseorang yang berhasil menurunkan berat badan dengan rutin gym, jalan kaki, serta mengurangi konsumsi nasi menjadi hanya satu hingga dua kali sebulan.

Contoh ini menekankan pentingnya pola makan dalam mendukung hasil latihan.

Plank dan sit up bisa menjadi bagian dari rutinitas olahraga, tapi tidak cukup sebagai solusi tunggal.

“Kalau kamu cuma latihan sit up atau plank tapi makannya masih kalap, itu enggak cukup. Harus seimbang,” tuturnya.

Kedua latihan itu lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap dari strategi menyeluruh: pengaturan makan, olahraga beragam, penghitungan kalori, dan gaya hidup sehat.

Dengan pendekatan terukur dan konsisten, plank dan sit up tetap bisa mendukung proses mengecilkan perut secara maksimal.

(ADN/NID/RAD)

Trending