Connect with us

Berita

Kemenkes Andalkan Satu Data Kesehatan untuk Kawal Jemaah Haji 2025

Kemenkes terapkan sistem satu data kesehatan untuk pantau jemaah haji 2025 secara real-time demi layanan medis cepat, aman, dan tepat sasaran.

Logompn

Published

on

Kemenkes andalkan satu data kesehatan untuk kawal jemaah haji 2025
Kemenkes Andalkan Satu Data Kesehatan untuk Kawal Jemaah Haji 2025. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 Mei 2025 - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, mengimplementasikan sistem satu data kesehatan untuk mengawal jemaah haji secara menyeluruh selama pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M.

Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi jemaah secara real-time, sejak keberangkatan dari embarkasi hingga tiba di Arab Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan sistem ini mengintegrasikan seluruh lini layanan kesehatan, mulai dari tim kloter, sektor, hingga Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Dengan satu data kesehatan, kami bisa memantau kondisi jemaah secara real-time, sejak dari embarkasi hingga di Arab Saudi. Ini bagian dari transformasi layanan haji yang lebih adaptif, responsif, dan personal,” jelas Liliek dalam konferensi pers Kabar Haji untuk Indonesia di Jakarta pada Selasa (14/5).

Data yang dikumpulkan meliputi rekam medis, komorbiditas, hasil pemeriksaan, dan intervensi medis sebelumnya.

Informasi ini menjadi dasar dalam menentukan jemaah yang perlu pengawasan ketat, pembatasan aktivitas, atau rujukan layanan lanjutan.

Pendekatan Berbasis Risiko untuk Pelayanan Lebih Tepat

Sistem satu data juga memungkinkan pendekatan personal berbasis risiko.

Kemenkes dapat memberikan edukasi dan layanan sesuai kebutuhan masing-masing jemaah, termasuk mereka yang memiliki penyakit bawaan atau lanjut usia.

“Tidak semua jemaah punya risiko yang sama. Dengan satu data, kami bisa memberikan pendekatan yang berbeda antara jemaah sehat, komorbid, atau lansia,” terang Liliek.

Hingga pertengahan Mei 2025, kondisi kesehatan jemaah Indonesia dilaporkan stabil.

Namun, pemerintah tetap mengantisipasi tantangan saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Liliek menekankan pentingnya kebugaran fisik, istirahat cukup, serta kepatuhan pada petunjuk medis.

Baca Juga:  Ini 7 Kesalahan Seputar Haji yang Wajib Kamu Hindari

Layanan medis disiagakan 24 jam. Setiap petugas, dari kloter hingga KKHI, dibekali dengan data dan peta risiko masing-masing jemaah.

“Petugas di kloter, sektor, hingga KKHI sudah dibekali data dan peta risiko jemaah. Jadi semua tindakan lebih terukur dan cepat,” tambahnya.

Vaksinasi dan Upaya Cegah Penyakit Menular

Untuk mengantisipasi penyakit menular selama ibadah haji 2025, Kementerian Kesehatan memastikan seluruh jemaah reguler menerima vaksin wajib seperti meningitis dan polio.

“Sebanyak 203.410 vaksin polio dan 211.751 vaksin meningitis telah disiapkan,” ungkap Liliek.

Ia menambahkan, kewajiban vaksin polio tetap diberlakukan sesuai arahan dari Menteri Kesehatan Arab Saudi saat berkunjung ke Indonesia.

Dengan dukungan satu data dan koordinasi lintas kementerian, pemerintah berharap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan sehat. Sistem ini juga menjadi bentuk perlindungan menyeluruh dari negara.

“Satu data bukan sekadar sistem. Ini adalah ikhtiar negara untuk menjaga keselamatan setiap jemaah,” tutup Liliek.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending