Lifestyle
Benarkah Makan Kulit Ayam Bisa Sebabkan Kanker? Simak Penjelasannya!
Dr Tirta tegaskan kulit ayam tidak langsung sebabkan kanker, risikonya muncul jika dikonsumsi berlebihan dan diolah dengan cara yang tidak sehat.
MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Isu tentang kulit ayam bisa menyebabkan kanker kembali ramai dibahas di media sosial.
Banyak yang mempertanyakan keamanan konsumsi kulit ayam, terutama jika dimakan dalam jumlah besar.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, dr Tirta menegaskan bahwa informasi soal kulit ayam sebagai penyebab kanker perlu dilihat secara menyeluruh, bukan sekadar ditakuti.
“Kulit ayam tuh untuk membuat kanker bisa, tapi kamu makannya berlebihan… Sekilo-sekilo kulit ayam misalkan 5 tahun ya kanker itu jadinya. Kulit ayam itu yang tinggi apa? Fat. Sudah itu aja,” jelas dr Tirta, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Kamis (22/5).
Kandungan Lemak Tinggi dan Risikonya
Kulit ayam memang mengandung lemak tinggi, terutama lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, lemak ini dapat memicu gangguan metabolik dan inflamasi dalam tubuh.
Peradangan inilah yang dapat membuka jalan bagi perkembangan kanker, apalagi jika kebiasaan makan berlemak tinggi dilakukan dalam jangka panjang.
Namun, menurut dr Tirta, risiko tersebut tidak hanya datang dari kandungan lemak, tetapi juga dari cara pengolahan yang tidak tepat.
Risiko Meningkat Jika Kulit Ayam Dibakar Hingga Gosong
Pengolahan kulit ayam dengan cara dibakar hingga gosong menjadi perhatian serius.
Senyawa karsinogenik dapat terbentuk saat makanan dibakar terlalu lama hingga bagian luar menghitam.
“Kulit-kulitan kalau dibakar sampai hitam-hitam itu yang menjadi karsinogenik. Hitam-hitamnya itu karsinogenik. Tapi kalau dibakar enggak sampai hitam-hitam gimana? Ya enggak apa-apa,” ungkap dr Tirta.
Jadi, konsumsi kulit ayam tidak serta merta berbahaya. Yang penting adalah porsi dan cara pengolahannya.
dr. Tirta: Penyebab Kanker Tidak Sesederhana Itu
Selain soal makanan, dr Tirta juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing informasi menakutkan yang belum lengkap.
“Jangan mempercaya info tuh sekilas-sekilas gitu loh. Makan kulit bikin kanker, telur ceplok bikin kanker, apalah. Kalau kayak gitu enggak makan kalian lama-lama. Dikit-dikit kanker,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penyebab kanker sangat kompleks. Sekitar 50% kasus bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.
Hanya sekitar 20% yang berhubungan langsung dengan gaya hidup, seperti pola makan, merokok, dan paparan zat berbahaya.
“Saya tuh selama belajar, penyebab kanker tuh 50% tidak diketahui alias idiopatik, unknown,” tuturnya.
Keseimbangan Adalah Kunci
Dr Tirta menyarankan masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi makanan, termasuk kulit ayam.
Selama tidak berlebihan dan tidak diolah dengan cara yang berisiko, konsumsi sesekali tidak menjadi masalah.
Fokus utama sebaiknya pada gaya hidup sehat secara keseluruhan, makan seimbang, olahraga cukup, dan menjaga mental tetap stabil.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
