Connect with us

Lifestyle

Diabetes Tipe 5, Ancaman Baru Akibat Kekurangan Gizi Kronis

Diabetes tipe 5 akibat malnutrisi kronis kini diakui, butuh penanganan terpadu untuk pulihkan gizi dan cegah komplikasi serius.

Logompn

Published

on

Diabetes tipe 5, ancaman baru akibat kekurangan gizi kronis
Ilustrasi Seseorang Sedang Cek Gula Darah. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Juni 2025 - Diabetes kini tidak hanya terbagi pada tipe 1 dan tipe 2. Pada April 2025, International Diabetes Federation mengakui diabetes tipe 5 sebagai bentuk baru yang makin mendapat perhatian, terutama di negara berkembang.

Menurut Dr. dr. Wismandari, Sp.PD, Subsp. EMD(K) dari Rumah Sakit Pondok Indah, diabetes tipe 5 atau malnutrition-related diabetes adalah diabetes yang muncul akibat kekurangan gizi kronis.

“Kondisi kurang gizi dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan perkembangan organ yang memproduksi insulin, yaitu pankreas. Sebagai akibatnya, pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah memadai sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah secara bertahap,” jelas Dr. Wismandari kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Rabu (28/5).

Perbedaan dengan Diabetes Tipe Lain

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bersifat autoimun dan tipe 2 yang berhubungan dengan resistensi insulin, diabetes tipe 5 disebabkan kerusakan pankreas akibat defisiensi nutrisi sejak masa kanak-kanak.

Diagnosis ditegakkan lewat pemeriksaan kadar gula darah, status gizi, dan fungsi pankreas.

Gejala yang sering muncul antara lain kelelahan kronis, penurunan berat badan yang tak jelas penyebabnya, hambatan pertumbuhan, serta gangguan daya ingat dan konsentrasi.

Penanganan yang Terintegrasi

Diabetes tipe 5 menekankan hubungan erat antara malnutrisi dan gangguan kesehatan, khususnya pankreas sebagai penghasil insulin.

“Penanganan juga harus berfokus pada pemulihan status gizi pasien,” tambah Dr. Wismandari.

Terapi tidak cukup hanya dengan obat penurun gula darah, melainkan harus disertai perbaikan nutrisi tinggi protein dan kalori serta pemantauan medis yang intensif.

Kondisi ini perlu penanganan menyeluruh untuk memulihkan kesehatan fisik dari akar masalah malnutrisi, sehingga risiko komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan kebutaan dapat ditekan.

Baca Juga:  Waspada! Ini Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Minum Matcha Menurut Dokter Gizi

Penanganan diabetes tipe 5 membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena masalahnya bukan sekadar gangguan metabolik, melainkan juga dampak jangka panjang kekurangan gizi yang belum tertangani secara sistemik.

(ADN/NID/RAD)

Trending