Connect with us

Lifestyle

Waspada! Ini Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Minum Matcha Menurut Dokter Gizi

Konsumsi matcha berlebihan berisiko gangguan hati, anemia, dan metabolik. Dokter imbau batasi asupan, terutama bagi ibu hamil dan pasien ginjal.

Logompn

Published

on

Waspada! ini risiko kesehatan jika terlalu banyak minum matcha menurut dokter gizi
Ilustrasi Minuman Matcha. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Juni 2025 - Matcha dikenal kaya akan antioksidan, namun konsumsi berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan fisik.

Risiko ini muncul terutama karena kandungan katekin, kafein, dan zat lain yang bersifat aktif di dalam tubuh.

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, dr. Liliana, M.Gizi, Sp.G.K, efek buruk konsumsi berlebihan matcha telah terlihat dalam penelitian pada hewan.

“Dari beberapa penelitian pada hewan percobaan tikus ditemukan bahwa konsumsi katekin dosis tinggi, setara 8 hingga 16 gelas teh per hari, berisiko menyebabkan kerusakan hati, pankreas, saraf, dan tiroid. Walau hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan pada manusia, konsumsi berlebihan tetap perlu diwaspadai,” ujar dr. Liliana kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat pada Rabu (11/6).

Gangguan Penyerapan Zat Besi dan Risiko Anemia

Selain katekin, senyawa tanin dalam teh juga berisiko mengganggu penyerapan zat besi di usus halus.

“Konsumsi berlebihan teh juga bisa berujung pada masalah penyerapan zat besi serta akumulasi zat tertentu dalam tubuh,” jelas dr. Liliana.

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia.

Gula dan Susu dalam Matcha Kekinian Perparah Risiko

Matcha dalam bentuk minuman kekinian umumnya dicampur dengan gula dan susu. Hal ini turut memperburuk potensi gangguan metabolik.

“Batas aman gula harian tidak lebih dari 12 sendok teh (50 gram). Jika melewati batas tersebut, risiko gangguan metabolik akan meningkat,” tegas dr. Liliana.

Kandungan Senyawa Aktif dalam Matcha

Matcha mengandung 90% antioksidan polifenol (terutama katekin), 7% asam amino, dan 3% kafein.

Baca Juga:  Pola Hidup Sehat Kunci Utama Atasi Asam Lambung, Bukan Sekadar Obat

Meski katekin berfungsi sebagai antioksidan, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi justru dapat menimbulkan reaksi oksidatif yang merugikan.

Kafein dalam matcha juga berisiko bagi individu dengan gangguan jantung, sementara kandungan aluminium dapat menumpuk di tubuh jika melebihi anjuran (2 mg/kg berat badan per minggu).

Pasien gagal ginjal disarankan menghindari konsumsi teh, termasuk matcha, karena kemampuan tubuh mereka untuk mengeluarkan aluminium terbatas.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi matcha demi menjaga kesehatan janin.

Waktu Konsumsi Pengaruhi Efektivitas Matcha

Waktu terbaik untuk mengonsumsi matcha adalah saat perut kosong agar aktivitas katekin sebagai antioksidan tidak terganggu oleh makanan.

Mengonsumsi matcha bersamaan dengan makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sebaiknya dihindari karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Sebaliknya, katekin lebih efektif jika dikombinasikan dengan vitamin C dan karbohidrat, seperti buah-buahan.

Untuk penyeduhan, disarankan menggunakan air bersuhu 85 derajat Celsius selama tiga menit agar manfaat antioksidan maksimal.

Perlu Pengawasan Asupan Matcha

Konsumsi matcha secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan, mulai dari metabolik, penumpukan zat berbahaya, hingga anemia.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupannya, terutama bagi kelompok rentan seperti pasien dengan penyakit jantung, gangguan ginjal, dan ibu hamil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending