Lifestyle
Diabetes Tipe 5 Muncul, Apa Benar Kurang Gizi Kronis Bisa Picu Penyakit Mematikan di Usia Muda?
Diabetes tipe 5 dipicu kurang gizi kronis sejak kecil, kini jadi ancaman serius yang dapat sebabkan komplikasi berat di usia muda jika tak ditangani dengan tepat.
MPN Indonesia 2 Juni 2025 - Diabetes tak lagi hanya soal tipe 1 dan tipe 2. Varian baru yang dikenal sebagai diabetes tipe 5 kini mulai banyak ditemukan, khususnya di negara berpendapatan menengah ke bawah.
Menurut Dr. dr. Wismandari, Sp.PD, Subsp. EMD(K) dari Rumah Sakit Pondok Indah, jumlah penderita diabetes tipe 5 secara global diperkirakan mencapai 20 hingga 25 juta orang.
Penyakit ini bukan disebabkan oleh pola makan tinggi gula atau obesitas, melainkan oleh gangguan perkembangan pankreas akibat kekurangan gizi kronis sejak usia dini.
“Diabetes tipe 5 terjadi karena gangguan perkembangan pankreas akibat kekurangan gizi kronis. Tanpa cukup nutrisi, pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara bertahap,” ujar Dr. Wismandari kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Rabu (28/5).
Gejala dan Tantangan Diagnosis
Gejala diabetes tipe 5 kerap disalahartikan sebagai tanda kurang makan atau stunting. Padahal, kondisi ini bisa menjadi indikasi serius dari kerusakan pankreas.
Gejala utama yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab jelas, gangguan pertumbuhan, rasa haus berlebihan, serta kesulitan berkonsentrasi.
Diagnosis diabetes tipe 5 tidak bisa dilakukan secara sederhana. Diperlukan serangkaian pemeriksaan seperti kadar gula darah, status gizi, dan tes fungsi pankreas.
“Hingga saat ini, para ahli masih merumuskan kriteria diagnosis dan panduan pengobatan yang jelas untuk diabetes tipe 5,” jelas Dr. Wismandari.
Penanganan dan Risiko Komplikasi
Pengobatan diabetes tipe 5 membutuhkan pendekatan ganda: terapi medis dan perbaikan status gizi.
Obat anti-diabetes dan insulin diberikan sesuai kebutuhan, namun pemulihan gizi menjadi langkah utama yang harus dilakukan secara bertahap.
Koreksi gizi yang terlalu cepat justru bisa menimbulkan komplikasi tambahan.
Dr. Wismandari menekankan bahwa risiko komplikasi pada diabetes tipe 5 setara dengan tipe lainnya.
“Organ vital seperti jantung, otak, kaki, ginjal, mata, dan saraf tetap rentan mengalami kerusakan, terutama jika kondisi ini tidak dideteksi dan ditangani sejak dini,” katanya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
