Berita
Kepala BGN: MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Minyak Jelantah Dimanfaatkan untuk Bioavtur
Program Makan Bergizi Gratis hasilkan minyak jelantah bernilai tinggi yang bisa dijual untuk bioavtur.
MPN Indonesia 3 Juni 2025 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa minyak jelantah bekas memasak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi nilai jual yang tinggi.
Dalam video BGN Talks Episode 1 yang tayang di YouTube resmi BGN pada Sabtu (31/5), Dadan menyatakan bahwa jelantah dari kegiatan MBG dapat dijual dengan harga lebih mahal karena bisa digunakan untuk bioavtur.
“Jelantahnya kemudian bisa ditampung, dijual dengan harga yang lebih tinggi. Kenapa? Karena akan digunakan untuk bioavtur kan, untuk pesawat terbang,” ucap Dadan, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (3/6).
Penjelasan ini menyoroti salah satu dampak ekonomi dari kebijakan pemerintah melalui program makan bergizi gratis.
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, program ini juga menghasilkan limbah yang bernilai ekonomis.
Dadan menekankan bahwa MBG bukan hanya soal pemberian makanan sehat, tetapi juga memiliki dampak lanjutan seperti sirkulasi limbah yang berpotensi memberikan pemasukan tambahan.
Minyak jelantah hanyalah salah satu contoh dari apa yang disebut Dadan sebagai multiplier effect dari program MBG.
Ia menjelaskan bahwa limbah lain seperti sampah organik juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pakan maggot dan bahan pupuk organik, yang turut mendorong peningkatan ekonomi lokal.
Efek Ganda Program MBG Terhadap Perekonomian Daerah
Lebih lanjut, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis memiliki efek lanjutan yang memperkuat perekonomian di berbagai wilayah.
Ia menyoroti bahwa implementasi program ini telah menciptakan permintaan baru bagi para penyedia jasa boga.
Contohnya, sebuah usaha katering di Halmahera yang sebelumnya hanya menerima 4–5 pesanan setiap bulan, kini melayani 3.500 pelanggan tetap setiap hari setelah menjadi mitra MBG.
“Ada catering di Halmahera sana yang mungkin mendapatkan ordernya hanya 4–5 kali sebulan. Sekarang mengelola 3.500 customer fixed setiap hari. Jadi, mereka senang sekali,” ujar Dadan.
Transformasi juga terlihat di berbagai lokasi lain. Dadan menyebutkan bahwa bekas gudang padi di Jawa Tengah dan pabrik tekstil di Bandung telah beralih fungsi menjadi Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).
Bahkan di Jakarta, sebuah kafe yang sebelumnya mengalami penurunan pengunjung kini beroperasi sebagai SPPG.
Hal serupa juga akan terjadi di Jambi, di mana sebuah hotel akan segera dialihfungsikan untuk mendukung program ini.
“Di Jakarta, kafe yang tadinya sudah mulai declining, tidak ada customer-nya, berubah menjadi SPPG. Di Jambi sebentar lagi akan ada hotel yang berubah menjadi SPPG,” katanya.
Program makan bergizi gratis ini dinilai oleh BGN mampu memperluas dampak ekonomi hingga ke sektor informal dan menengah.
Dari meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, pertumbuhan pendapatan harian, hingga penguatan rantai pasok lokal, kebijakan ini menunjukkan hasil konkret di lapangan.
Dengan pemanfaatan sumber daya seperti minyak jelantah dan sampah organik, kebijakan ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menstimulasi ekonomi berbasis lingkungan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
