Connect with us

Viral

Akun IG Ustaz Abdul Somad Update Kondisi 10 WNI yang Ikut Global March to Gaza

Sepuluh WNI peserta Global March to Gaza tertahan di Kairo, Mesir. Mereka diawasi ketat dan dilarang lanjut ke Gaza karena alasan keamanan dan regulasi.

Logompn

Published

on

Akun ig uas update kondisi 10 wni yang ikut global march to gaza
Suasana Aksi Kemanusiaan Global March to Gaza. Gambar : Instagram/@ustadzabdulsomad_official

MPN Indonesia 16 Juni 2025 - Sebanyak sepuluh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam aksi kemanusiaan Global March to Gaza dilaporkan tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah tiba di Kairo, Mesir. Mereka saat ini berada di bawah pengawasan ketat aparat keamanan setempat.

Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official pada Sabtu (14/6).

Dalam unggahan tersebut, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan bahwa rombongan Indonesia “ketahan di Kairo karena kita udah ditempel polisi yang escort kita minimal 1 minggu ke depan.”

Diawasi Ketat, Dilarang Menuju Gaza

Rombongan yang hendak menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina langsung dibatasi ruang geraknya oleh pihak keamanan Mesir.

“Kalau kita yang post, risiko ditahan, jadi butuh orang-orang Indonesia yang bantu ramein (ramaikan) kondisi di sini. Karena kami di sini dipantau sosmed kami dan polisi ikuti pergerakan kita terus,” tulis Ustaz Abdul Somad dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (16/6).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mereka tidak diizinkan melanjutkan perjalanan ke perbatasan Rafah menuju Gaza.

Ustaz Abdul Somad juga meminta doa dari masyarakat Indonesia agar situasi dapat segera membaik dan para WNI diberikan jalan keluar secara damai.

Mesir Berlakukan Regulasi Ketat di Perbatasan Gaza

Pemerintah Mesir menetapkan aturan ketat bagi delegasi asing yang ingin mengunjungi wilayah-wilayah perbatasan seperti El-Arish dan Rafah, terutama sejak meningkatnya eskalasi konflik di Jalur Gaza.

Dalam unggahan di akun Facebook resmi Egyptian Ministry of Foreign Affairs, dijelaskan bahwa setiap kunjungan asing hanya akan dipertimbangkan jika mengikuti prosedur resmi yang berlaku.

Baca Juga:  Prancis akan Segera Akui Negara Palestina September Mendatang

Pernyataan itu juga menegaskan sikap Mesir yang mendukung rakyat Palestina dan menolak tindakan blokade Israel.

“Republik Arab Mesir menyambut baik posisi internasional dan regional, baik yang resmi maupun yang populer, yang mendukung hak-hak Palestina dan menolak blokade Israel, kelaparan, dan pelanggaran terang-terangan dan sistematis terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza,” tulis Egyptian Ministry of Foreign Affairs.

Namun, Mesir juga menekankan pentingnya prosedur izin ketat demi menjaga stabilitas nasional dan memastikan semua bentuk dukungan berlangsung sesuai hukum.

Aksi Solidaritas Dunia dan Tantangan Administratif

Global March to Gaza merupakan aksi solidaritas internasional terhadap krisis kemanusiaan di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Rombongan dari Indonesia menjadi bagian dari gelombang dukungan ini, yang menyoroti dugaan pelanggaran HAM dan kejahatan perang terhadap warga Palestina.

Meskipun aksi ini mendapat dukungan luas, pelaksanaannya tetap diawasi secara ketat, terutama oleh negara-negara seperti Mesir yang berbatasan langsung dengan Gaza.

Ketegangan geopolitik dan alasan keamanan dalam negeri membuat pemerintah Mesir mengambil langkah hati-hati terhadap kehadiran delegasi asing.

“Mohon jaga mereka dalam doa Anda, semoga Allah meringankan keadaan mereka dan memberikan penyelesaian yang cepat,” tutup UAS dalam unggahan tersebut.

Upaya para peserta untuk menyuarakan dukungan langsung terhadap Palestina kini terhambat oleh tantangan administratif dan ketatnya pengawasan di negara transit.

(AKM/NID/RAD)

Trending