Connect with us

Berita

Menko PMK dan Kepala BPNB Tinjau Kerusakan Rumah Akibat Pergeseran Tanah di Purwakarta

Pemerintah pusat perintahkan relokasi warga terdampak tanah bergerak di Purwakarta. Zona terdampak dinilai tak layak huni akibat kondisi geologi labil.

Logompn

Published

on

Menko pmk dan kepala bpnb tinjau kerusakan rumah akibat pergeseran tanah di purwakarta
Menko PMK dan Kepala BPNB Tinjau Kerusakan Rumah Akibat Pergeseran Tanah di Purwakarta. Gambar: MPN Indonesia/BDR

Jawa Barat, MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Pada Kamis (19/6), Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau lokasi terdampak untuk melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan.

Kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas tanah masih terus bergerak, diperparah hujan intensitas tinggi sehari sebelumnya. Struktur tanah yang labil membuat wilayah ini tidak aman untuk ditinggali.

“Melihat kerusakannya seperti ini, harus segera dilakukan relokasi karena perubahan geologi. Lokasi ini tidak lagi aman untuk ditempati. Oleh karena itu, kita harus segera menentukan skenario relokasinya seperti apa,” ujar Pratikno kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (19/6).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membangun hunian sementara.

“Yang jelas tidak ada pembangunan huntara (hunian sementara) tetapi langsung relokasi,” jelasnya.

Penanganan Darurat dan Tahapan Relokasi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Sosial dan Baznas berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Hingga Rabu (18/6), tercatat 256 jiwa terdampak. Sebanyak 145 jiwa mengungsi secara mandiri, sementara 111 jiwa ditampung di Kantor Desa Pasirmunjul.

“Segala bentuk kebutuhan dasar warga masyarakat yang terdampak, baik yang saat ini mengungsi terpusat maupun mengungsi mandiri akan tetap dilayani,” kata Suharyanto.

Dalam rapat teknis di lokasi, disepakati dua opsi relokasi: relokasi terpusat dan relokasi mandiri.

“Sudah ada dua opsi relokasi yakni terpusat atau mandiri. Masyarakat akan dilayani (relokasinya) sesuai dengan keinginannya. BPBD yang akan melakukan pendataan warga,” lanjut Suharyanto.

Baca Juga:  Momen Unik, Rex Orange County Tampil di Halaman Rumah Fans di Bekasi

Pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan relokasi terpusat, sementara warga yang memilih relokasi mandiri dapat menggunakan tanah pribadi yang telah diverifikasi keamanannya oleh Badan Geologi.

“Kalau masyarakat ingin relokasi mandiri, tunjukkan tanahnya. Jika asesmen Badan Geologi menyatakan lahannya aman, maka Pemerintah akan segera bangunkan rumahnya. Mudah-mudahan proses ini bisa lebih cepat,” tambah Suharyanto.

Hasil Kajian Geologi dan Status Tanggap Darurat

Menurut Badan Geologi, fenomena tanah bergerak di Desa Pasirmunjul terjadi berulang sejak 20 April 2025, dengan kejadian susulan pada 23 April, 19 Mei, dan 12 Juni.

Jenis tanah yang ada berupa pasir tufaan berpori tinggi di atas serpih kedap air, yang mudah menjadi plastis saat jenuh air. Hal ini meningkatkan risiko pergerakan tanah.

Faktor lain seperti lereng curam, drainase buruk, dan vegetasi tidak sesuai turut memperburuk situasi.

Luas wilayah terdampak kini mencapai 10 hektare, meliputi area barat daya (4 ha) dan timur laut (6 ha).

Tol Cipularang yang berada di sebelah barat dipastikan dalam kondisi aman.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah melalui Surat Keputusan Nomor 364/Kep.262-BPBD/2025, berlaku dari 16 Juni hingga 1 Juli 2025.

BNPB mengimbau masyarakat agar tidak memasuki zona rawan dan menghindari aktivitas kendaraan berat di sekitar area longsoran guna mencegah risiko lanjutan.

(RIF/NID/RAD)

Trending