Viral
Nasib Pilu Warga Pulau Enggano Terisolasi 4 Bulan, Terpaksa Buang Hasil Panen karena Membusuk
Warga Pulau Enggano di Bengkulu terisolasi selama empat bulan terakhir akibat terhentinya transportasi laut.
Bengkulu, MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Warga Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu dilaporkan terisolasi selama empat bulan terakhir akibat terhentinya transportasi laut ke wilayah tersebut.
Jurnalis Harry Siswoyo yang berada di lokasi mengungkapkan kondisi memprihatinkan dialami sekitar 4.000 jiwa yang bermukim di pulau yang terletak 150 mil laut di Samudra Hindia itu.
Keterisolasian terjadi sejak Maret 2025, setelah alur Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu mengalami pendangkalan.
Akibatnya, kapal penumpang dan barang tak bisa lagi menjangkau Enggano.
Dampaknya, warga kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, dan sarana distribusi hasil bumi.
“Orang-orang terkurung. Warga yang kritis terpaksa bertahan,” tulis Harry dalam laporan yang dikutip MPN Indonesia dari unggahan Dandhy Laksono di Instagram, Selasa (24/6).
Masyarakat Tak Memiliki Akses Kapal Alternatif
Upaya warga untuk mendapatkan kapal alternatif sejauh ini tidak membuahkan hasil.
Pemerintah Provinsi Bengkulu disebut hanya menunggu selesainya pengerukan alur pelabuhan.
Padahal, menurut warga, masih banyak opsi kapal lain yang bisa digunakan sementara waktu untuk mengangkut orang dan barang.
“Sejumlah warga Enggano sudah mendesak agar ada kapal alternatif untuk mereka. Namun tak pernah diwujudkan.,” kata Harry Siswoyo.
Hasil Panen Warga Membusuk
Pada pekan pertama Juni 2025 Kapal Ferry Pulo Tello bisa berlayar menuju Enggano untuk membawa ratusan orang ke kota, namun hal ini dinilai belum cukup.
Pasalnya, belum ada kapal yang bisa membawa hasil bumi milik masyarakat Enggano.
“Pisang, kakao, pinang, jengkol, kelapa, ikan dan lainnya akhirnya menumpuk dan membusuk di Enggano. Pemerintah enggan menyediakan kapal alternatif khusus barang,” kata Harry.
Sebagian warga yang memiliki jaringan penampung di kota terpaksa menyewa kapal nelayan dengan biaya hingga Rp20 juta demi menyelamatkan hasil panen.
Sementara itu, warga yang tak mampu hanya bisa menyaksikan hasil pertanian mereka membusuk di kebun.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
