Connect with us

Viral

Raja Ampat Terancam Tambang, Masyarakat Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Suara masyarakat Indonesia kini tengah menggema untuk menyelamatkan Raja Ampat.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 09t142356.817
Raja Ampat Terancam Tambang, Masyarakat Desak Pemerintah Bertindak Tegas | Gambar: National Geographic Indonesia

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Suara masyarakat Indonesia kini tengah menggema untuk menyelamatkan Raja Ampat, kawasan di Timur Indonesia yang kerap disebut sebagai “surga terakhir di Bumi”.

Hal itu terjadi usai Raja Ampat dihantui dengan momok mengerikan dari dampak aktivitas pertambangan.

Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup, saat ini ada setidaknya empat perusahaan yang terindikasi aktivitas pertambangan di Raja Ampat.

Ialah PT GN, PT KSM, PT ASP, dan PT MRP. Semua perusahaan itu kini tengah dalam pengawasan karena terindikasi tidak patuh terhadap peraturan lingkungan hidup dan tata kelola pulau kecil.

Bahkan, satu perusahaan, yakni PT MRP tak memiliki dokumen lingkungan maupun Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Raja Ampat, Rumah bagi Lebih dari 1.700 Spesies

Dikutip MPN Indonesia dari National Geographic Indonesia, Raja Ampat merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang dunia, rumah bagi lebih dari 1.700 spesies ikan dan lebih dari 75 persen spesies karang dunia.

Namun kini, kawasan yang dikenal dengan laut sebening kaca dan kekayaan budayanya itu berada dalam bayang-bayang tambang nikel.

Indonesia sendiri memang saat ini tengah mendorong transisi energi lewat pengembangan industri nikel, logam penting untuk baterai kendaraan listrik.

Sayangnya, langkah ini dinilai tak sejalan dengan prinsip keberlanjutan jika dijalankan di wilayah ekologis sensitif seperti Raja Ampat.

NGI: Pembangunan dan Konservasi Bisa Beriringan

National Geographic Indonesia (NGI) secara lantang menentang aktivitas pertambangan di Raja Ampat.

Melalui unggahan di Instagram resminya, NGI mengatakan transisi energi seharusnya tidak menumbalkan eksistensi alam.

Baca Juga:  KLH Segel Tiga Pabrik Baja di Banten Pencemar Udara Jabodetabek

Pembangunan, kata NGI, seharusnya bisa berjalan beriringan dengan konservasi jika dirancang dengan penuh kehati-hatian.

“Kami tidak hendak menolak pembangunan. Sebaliknya, kami percaya bahwa pembangunan dan konservasi bisa berjalan beriringan jika dirancang dengan kearifan,” tulis NGI, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @natgeoindonesia, Senin (9/6).

“Justru karena nilai ekologis dan budaya kawasan ini begitu tinggi, maka setiap bentuk pembangunan di sini harus dijalankan dengan langkah yang hati-hati, transparan, dan partisipatif,” imbuhnya.

Didi Kasim: Raja Ampat adalah Sistem yang Saling Terhubung

Didi Kasim, Editor In Chief National Geographic Indonesia, turut bersuara lewat video yang menyertai unggahan.

Ia menggambarkan perjumpaannya dengan alam Raja Ampat dalam narasi penuh rasa.

“Raja Ampat bukan hanya sebuah lanskap, ia adalah sistem hidup yang saling terhubung. Ketika satu bagian dirusak, yang lain akan ikut retak,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan keresahannya terhadap konsesi tambang yang mulai menggerus tanah adat dan mengotori laut yang dulu jernih.

“Lalu sekarang, tambang mulai menorehkan bekasnya. Tanah-tanah adat digaris dengan peta konsesi, sungai-sungai mengairkan cerita yang berubah warna, dan laut yang dulu jernih bercampur ampas keserakahan,” kata Didi.

“Saya bisa mengambil gambar, tapi gambar tidak bisa menangkap. Bau lumpur yang menyengat di pinggir pantai, atau rasa getir, di suara ibu-ibu yang kehilangan mata pencahariannya, atau anak-anak yang dulu berenang bebas di lautan biru,” imbuhnya.

Didi lantas mengajak masyarakat untuk ramai-ramai menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang di Raja Ampat.

Menurutnya, jika aktivitas tersebut dibiarkan terus menerus, maka masyarakat Indonesia harus siap kehilangan “surga terakhir di Bumi”.

Baca Juga:  BPBD Jakarta Sebut El Nino Bisa Picu Kekeringan: Waspada Kebakaran di Pemukiman

“Sebagai wartawan, saya tidak berhak menentukan apa yang benar untuk tanah ini, tapi saya berkewajiban untuk berkata: jika kita membiarkan tambang masif tanpa batas, maka kita juga harus siap kehilangan Raja Ampat. Bukan karena waktu, melainkan karena pilihan,” katanya tegas.

Seruan Netizen

Unggahan NGI tersebut menuai ribuan komentar. Banyak netizen menumpahkan rasa kecewa mereka, bahkan langsung menandai akun Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

“@prabowo pak tolong segera tindak lanjuti yg semestinya 😭 dengan hati nurani mu tolong lah selamatkan Raja Ampat kita 😭,” tulis netizen.

“Semakin mobil EV laku, semakin banyak tambang nickel, lithium dan turunannya buka tambang baru. Lalu iklan mobil EV ramah lingkungan hanya tameng palsu,” saut yang lain.

“Manusia Papua dan Alam Papua adalah suatu keterikatan yang nyata,” kata warganet.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga6 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita25 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita32 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita57 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending