Connect with us

Internasional

Reza Pahlavi, Putra dari Shah Terakhir Iran Ingin jadi Pemimpin Berikutnya

Putra Shah Iran, Reza Pahlavi, menyatakan siap pimpin transisi nasional Iran. Pernyataannya menuai dukungan diaspora dan kritik dari pengamat.

Logompn

Published

on

Putra shah terakhir ingin jadi pemimpin iran berikutnya
Putra dari shah terakhir Iran, Reza Pahlavi. Gambar : Marc Israel Sellem/The Jerusalem Post

MPN Indonesia 25 Juni 2025 - Putra dari shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, secara terbuka menyatakan siap memimpin transisi nasional Iran.

Dalam pidatonya di Paris pada Senin (17/6), ia menyampaikan bahwa masa depan Iran yang bebas dari tirani semakin dekat.

“Ini adalah momen Tembok Berlin kita,” ujar Pahlavi, menggambarkan visinya tentang Iran yang bebas dan demokratis, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman politico.com, Rabu (25/6).

“Saya melangkah maju untuk memimpin transisi nasional ini. Saya memiliki rencana yang jelas,” tambahnya.

Pahlavi juga menyebutkan bahwa Iran baru harus menjadi negara damai, demokratis, dan menjadi pusat pertumbuhan.

Respons Terhadap Seruan Reza Pahlavi

Pernyataan Pahlavi muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Iran, menyusul serangan Israel dan AS terhadap sejumlah fasilitas penting.

Maryam Aslany, sosiolog dari Yale dan pendukung Pahlavi, menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan.

“Dia adalah pemimpin yang sangat kuat, sangat dipercaya, dan memiliki prinsip yang dihormati oleh rakyat Iran,” ucap Aslany.

Namun, Pahlavi juga menghadapi kritik. Beberapa pengamat menilai dirinya tidak memahami situasi dalam negeri karena sudah lama hidup di luar Iran.

Sanam Vakil dari Chatham House menyebut Pahlavi “terlepas dari fakta di lapangan”, mengingat ia belum pernah kembali ke Iran sejak pengasingan.

Penolakan dari Dalam dan Luar Iran

Shervin Malekzadeh dari Pitzer College mengatakan bahwa dukungan terhadap Pahlavi di Iran bersifat sporadis dan tidak terorganisasi.

Baca Juga:  Iran Kecam Serangan Israel yang Membunuh Kepala Media Hizbullah di Beirut

“Tidak ada gerakan perlawanan bersenjata atau sipil non-kekerasan yang signifikan untuknya di Iran,” ungkap Malekzadeh.

Demonstrasi di Iran pun, menurutnya, sering kali mengecam baik rezim Republik Islam maupun monarki masa lalu.

Aktivitas Politik di Diaspora

Reza Pahlavi aktif membangun hubungan internasional, termasuk dengan pejabat AS dan Israel.

Pada 18 Juni, ia berpidato secara virtual di hadapan anggota Kongres AS, menyatakan dirinya dipercaya jutaan warga Iran untuk memimpin transisi.

Pada April 2023, ia juga berkunjung ke Israel dan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog.

Pertemuan ini memicu kontroversi di kalangan diaspora karena kedekatan dengan negara yang memiliki sejarah konflik panjang dengan Iran.

Proyek Transisi dan Kontroversi Dukungan Asing

Pahlavi mendukung inisiatif Iran Prosperity Project, yang merancang kebijakan untuk Iran pasca-rezim.

Meski bukan anggota resmi, ia menulis kata pengantar dalam publikasi proyek tersebut.

Namun, dukungan internasional terhadap Pahlavi juga menuai kekhawatiran.

Majid Zamani, aktivis oposisi Iran di pengasingan, memperingatkan tentang dampak buruk dari campur tangan asing.

“Tidak pernah ada invasi asing yang membawa demokrasi di negara kami. Kami tahu sejarah, dan kami tidak ingin mengulanginya,” tegas Zamani.

Peringatan Soal Ketidakstabilan dan Respons Terakhir

Pahlavi berusaha menenangkan kekhawatiran tentang masa depan Iran.

“Jangan takut dengan hari setelah kejatuhan Republik Islam. Iran tidak akan jatuh ke dalam perang saudara atau ketidakstabilan,” jelasnya.

Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa jika rezim tetap bertahan, Iran kemungkinan akan mempercepat program nuklirnya sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman eksternal.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, posisi Pahlavi tetap menjadi bagian penting dalam dinamika politik Iran ke depan.

Baca Juga:  Iran Evakuasi Uranium dari Fasilitas Fordow sebelum Serangan AS

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending