Connect with us

Berita

Ini Dampak Perang Iran-Israel bagi Ekonomi Indonesia

Konflik bersenjata Iran dan Israel memiliki dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 27t131739.514
Ini Dampak Perang Iran-Israel bagi Ekonomi Indonesia | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Juni 2025 - Konflik bersenjata antara Iran dan Israel dinilai memiliki dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor energi dan pangan.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan kebutuhan pokok membuat gejolak geopolitik global sangat memengaruhi stabilitas harga di dalam negeri.

Diketahui Indonesia masih mengimpor minyak hingga 53,7 juta ton pada tahun lalu. Dominasi impor ini disebabkan oleh kapasitas produksi dalam negeri yang belum memadai.

“Kapasitas produk dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan yang terus bertumbuh di tengah ketergantungan kita dengan BBM bersubsidi,” kata Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Jaya Darmawan saat dihubungi MPN Indonesia pada Kamis (26/6).

Kenaikan Harga Minyak dan Bahan Pokok Lainnya

Jaya mengatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik ini bisa berujung pada krisis yang lebih luas jika tidak diantisipasi dengan serius oleh pemerintah.

Iran sendiri merupakan negara dengan produsen minyak terbesar ketiga di Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Oleh sebab itu, konflik yang terjadi di Iran, terlebih dengan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak dunia, bisa menyebabkan kenaikan harga minyak.

“Ancaman penutupan Selat Hormuz sudah menyebabkan kenaikan tertinggi selama 5 bulan terakhir, yakni minyak Brent USD78/barel dan WTI sempat menyentuh level USD75/barel,” kata Jaya.

Selain harga minyak mentah dunia, konflik ini juga bisa berdampak pada hajat hidup lainnya yang sangat mendasar, seperti daging, susu, garam, dan sembako lainnya.

Baca Juga:  Iran Ungkap Butuh Banyak Waktu untuk Pertimbangkan Negosiasi Lanjutan dengan AS

Pekerja Informal dan UMKM jadi Pihak yang Rentan

Jaya menyebutkan bahwa dua kelompok paling rentan terkena dampak konflik Iran-Israel adalah pekerja informal dan usaha mikro.

“Pekerja informal misalnya tidak mendapatkan Bantuan Subsidi Upah yang hanya diberikan kepada pekerja formal, di tengah kualitas pekerjaan yang berat yang mana diperlukan kerja lebih dan lembur untuk mendapatkan upah yang layak,” kata Jaya.

Ia pun menambahkan, risiko ini makin diperparah dengan kondisi tak adanya jaminan sosial bagi para pekerja informal.

Sementara itu, banyak usaha mikro yang belum pulih pascapandemi dan kini tercekik oleh kenaikan harga bahan pokok.

“Aspek keterbatasn akses modal dan penciptaan pasar yang adil membuat risiko kepada usaha mikro lebih besar dalam menghadapi kenaikan harga,” jelas Jaya.

Efek Domino jika Perang Berlanjut

Potensi inflasi yang disebabkan konflik Iran ini akan semakin terasa apabila konflik berkepanjangan.

“Saat ini perang agak mereda, tapi kalau terjadi berbulan bulan akan lagsung mengoreksi harga BBM dan LPG, termasuk harga pangan,” ucap Jaya.

Ia pun mengingatkan pengalaman saat perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan lonjakan harga gandum global.

Kenaikan itu berjalan beriringan dengan harga produk olahan gandum lainnya yang turut mengalami lonjakan harga.

“Meskipun, gencatan senjata sudah disepakati namun eskalasi perang masih terjadi dan masih menyimpan potensi konflik/perang dingin,” kata Jaya.

Rekomendasi Kebijakan

Untuk mencegah krisis lebih lanjut, pemerintah diminta segera mengambil langkah jangka pendek maupun jangka panjang.

Jaya menyarankan pemerintah memperluas bantuan bagi pekerja informal dan mengembalikan diskon tarif listrik yang sebelumnya dibatalkan.

Jaya juga mendorong percepatan transisi energi dan penguatan ketahanan pangan berbasis rakyat, bukan proyek besar.

“Pemerintah perlu segera menguatkan pertanian rakyat dan skala mikro/kecil di desa desa, tidak harus proyek besar seperti food estate yang banyak mengalami kegagalan,” kata Jaya.

Baca Juga:  Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran, Blokade Kapal Tetap Berlanjut

“Optimalkan pertanian rakyat dengan dukungan pupuk, lahan, dan pemetaan potensi pertanian setempat,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending