Connect with us

Politik

Menteri Karding Suruh Warga Cari Kerja ke Luar Negeri untuk Kurangi Pengangguran di RI

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding meminta masyarakat mempertimbangkan bekerja di luar negeri untuk mengatasi pengangguran.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 27t141550.062
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding | Gambar: Ig/@abdulkadirkarding

MPN Indonesia 27 Juni 2025 - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding meminta masyarakat Indonesia untuk segera mempertimbangkan bekerja di luar negeri sebagai langkah mengatasi tingginya angka pengangguran.

Pernyataan tersebut disampaikan Karding dalam acara talkshow dan peresmian Migrant Center di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada Kamis (26/6).

“Di Jateng ada (hampir) 1 juta (pengangguran) yang belum terserap, anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri,” ujar Karding.

Karding: Bekerja di Luar Negeri adalah Pilihan Paling Utama

Karding mengatakan saat ini angka pengangguran di Indonesia telah melampaui 70 juta orang.

Ia menyampaikan bahwa menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) terampil adalah salah satu solusi dari permasalahan tersebut.

Menurutnya, bekerja di luar negeri bukanlah alternatif, tapi pilihan utama yang menjanjikan.

“Justru bekerja di luar negeri jembatan kita menapak karir lebih bagus, karir global. Jadi bekerja di luar negeri bukan pilihan alternatif. Kalau menurut saya ini pilihan paling utama,” kata Karding.

Karding: Kita Kuasai Dunia dengan Kirim PMI

Karding juga menanggapi pertanyaan peserta mengenai keterbatasan lapangan kerja dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa penyediaan pekerjaan dalam negeri bukan merupakan kewenangan P2MI.

“Pertanyaan itu harusnya tanya kemenaker, bukan saya. Karena yang bertanggung jawab soal penyerapan tenaga kerja dalam negeri itu Menaker, saya menyerap yang ke luar negeri,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa mengirim WNI ke luar negeri untuk bekerja merupakan cara untuk menanamkan pengaruh secara global.

“Kalo sekarang menguasai bukan dengan perang, tapi ide dan gagasan, Korea Selatan menguasai kita karena K-Popnya didesain bagus. Kita kuasai dunia dengan kirim PMI yang punya skill sehingga nilai-nilai ke-Indonesiaan itu menyebar ke seluruh dunia,” katanya.

Baca Juga:  Prabowo Sindir "Raja Kecil" yang Menolak Kebijakan Efisiensi Anggaran

(AKM/NID/RAD)

Trending