Berita
Pemkot Tangsel Targetkan 10% RW Bebas TBC Tahun Ini, Menuju Eliminasi 2030
Pemkot Tangsel targetkan 10 persen RW bebas TBC tahun ini demi dukung eliminasi TBC nasional 2030. Edukasi dan deteksi dini jadi fokus utama.
Banten, MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan 10 persen Rukun Warga (RW) di wilayahnya menyandang status Bebas Tuberkulosis (TBC) pada 2025. Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk eliminasi TBC pada 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa pembentukan RW Bebas TBC menjadi strategi penting dalam percepatan deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap TBC.
“Di tahun ini targetnya 10 persen RW harus sudah deklarasikan RW bebas TBC. Di 2030, 100 persen RW sudah deklarasikan bebas TBC,” ujar Allin kepada wartawan, Selasa (1/7).
Peran RW Bebas TBC dalam Deteksi dan Edukasi
RW Bebas TBC berperan aktif dalam edukasi dan pemantauan terhadap warganya.
Warga diajak sadar pentingnya memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC, baik melalui kesadaran sendiri maupun pendekatan dari tetangga sekitar.
“Seluruh stakeholder di kewilayahan harus memiliki kepedulian yang sama, cepat tanggap dalam mengawal pengobatan dan menangani TBC,” kata Allin.
“Kalau pun belum ada kesadaran, warga sebelah bisa ngajak ngobrol sehingga di RW tersebut tidak ada ketersinggungan dan kesungkanan,” lanjutnya.
RW Bebas TBC yang Sudah Terbentuk
Hingga saat ini, sebanyak 11 RW di Kota Tangsel telah mendeklarasikan diri sebagai RW Bebas TBC. RW tersebut tersebar di beberapa kecamatan:
- Ciputat Timur: RW 08 dan RW 09 Kel urahan Rempoa
- Pondok Aren: RW 07, RW 02, RW 05 (Kelurahan Parigi), RW 001 dan RW 03 (Jurang Mangu Timur), RW 04 dan RW 013 (Jurang Mangu Barat)
- Pamulang: RW 20 Kelurahan Pamulang Timur
- Setu: RW 01 Kelurahan Babakan
Penekanan pada Pengobatan dan Anti-Stigma
Pemkot Tangsel terus mendorong masyarakat untuk menjalani pengobatan secara tuntas guna mencegah resistensi obat dan mempercepat penyembuhan.
“Kita mengupayakan jangan ada penderita TBC baru dan yang ada jangan putus obat, karena akan terjadi resisten obat dan itu lebih lama lagi pengobatannya. Semua penderita TBC sangat bisa disembuhkan,” jelas Allin.
Selain pengobatan, penghapusan stigma terhadap penderita juga menjadi fokus penting dalam program ini.
“Saat ini yang kita perangi adalah masih terjadi stigma, bahwa TBC itu jangan dekat-dekat karena menular, padahal harusnya didukung,” tegasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
