Connect with us

Teknologi

Microsoft bakal PHK 9.000 Karyawan demi Investasi di Industri AI

Microsoft akan PHK 9.000 karyawan sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk memfokuskan investasi di AI.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 03t115924.281
Microsoft bakal PHK 9.000 Karyawan demi Investasi di Bidang AI | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Microsoft akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9.000 karyawan sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memfokuskan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Pengumuman ini menjadi gelombang terbaru dari serangkaian pemecatan yang dilakukan Microsoft sepanjang tahun 2025.

Pemecatan ini akan berdampak pada berbagai divisi Microsoft, meskipun perusahaan tidak secara spesifik menyebutkan unit mana saja yang terdampak.

Namun, laporan menyebutkan bahwa divisi Xbox, yang selama ini menjadi salah satu andalan Microsoft di sektor hiburan, kemungkinan akan menjadi salah satu yang terdampak.

“Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan sebaik mungkin agar sukses di pasar yang dinamis,” kata seorang juru bicara perusahaan, dikutip MPN Indonesia dari BBC, Kamis (3/7).

Microsoft Tunjukkan Minat Tinggi pada AI

Microsoft telah mengalokasikan dana sebesar $80 miliar untuk membangun pusat data skala besar yang akan digunakan untuk melatih model AI.

Dalam pernyataan resminya, Microsoft menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan struktur organisasi agar dapat lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Selain membangun infrastruktur pusat data, perusahaan juga merekrut talenta terkemuka di bidang AI.

Tahun lalu, Microsoft merekrut Mustafa Suleyman, pionir AI asal Inggris, untuk memimpin divisi Microsoft AI yang baru dibentuk.

Perusahaan teknologi ini juga tercatat sebagai salah satu investor utama di OpenAI, pengembang chatbot populer ChatGPT.

Meskipun hubungan antara kedua perusahaan dikabarkan sempat mengalami ketegangan dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft tetap melanjutkan upayanya untuk memperluas penerapan AI dalam produk dan layanannya.

Baca Juga:  Prompt Lengkap untuk Buat Foto ala Action Figure dengan Gemini AI yang Lagi Ngetren!

Tantangan Microsoft

Menurut laporan Bloomberg, Microsoft menghadapi tantangan dalam memasarkan asisten AI-nya, Copilot, kepada pelanggan bisnis.

Banyak pekerja kantor yang disebutkan lebih memilih menggunakan ChatGPT. Sementara itu, kompetisi dalam merekrut talenta AI semakin ketat.

Perusahaan seperti Meta, induk dari Facebook dan Instagram, dilaporkan aktif merekrut ahli AI dari perusahaan pesaing untuk membentuk laboratorium ‘superintelligence’.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan dikabarkan terlibat langsung dalam proses perekrutan tersebut.

OpenAI juga melaporkan bahwa sejumlah anggota timnya menerima tawaran dengan bonus penandatanganan yang mencapai lebih dari $100 juta dari Meta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan di industri kecerdasan buatan semakin meningkat, mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk mempercepat langkah mereka.

Gelombang PHK Microsoft

Microsoft sebelumnya telah melakukan tiga gelombang PHK sepanjang tahun 2025, termasuk pada Mei lalu ketika perusahaan mengumumkan pengurangan 6.000 posisi.

Berdasarkan data resmi dari negara bagian Washington, lebih dari 800 posisi yang dihapuskan tersebar di Redmond dan Bellevue, dua pusat operasional utama Microsoft di negara bagian tersebut.

Seorang eksekutif senior Microsoft mengatakan kepada BBC bahwa kecerdasan buatan akan menjadi faktor yang mendefinisikan dunia dalam 50 tahun ke depan, serta akan mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending