Connect with us

Berita

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi

Urgensi pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk identitas nasional generasi muda Indonesia semakin menjadi sorotan.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 04t151753.499
Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi | Gambar: Ilustrasi by Hanifah Nailah Fatin

MPN Indonesia 4 Juli 2025 - Dalam beberapa tahun terakhir, urgensi pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk identitas nasional generasi muda Indonesia semakin menjadi sorotan.

Perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat membawa pengaruh signifikan terhadap cara pandang, sikap, serta perilaku warga negara, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa.

Di tengah arus globalisasi yang melampaui batas-batas negara, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengalami tantangan serius.

Berdasarkan data Lembaga Survei Indonesia (2022), 39% mahasiswa telah terpapar paham-paham radikalisme, sementara 24% lainnya menyatakan dukungan terhadap ide negara Islam melalui jihad.

Fakta ini menjadi indikator kuat bahwa semangat kebangsaan dan kesadaran bernegara tidak dapat lagi ditanamkan secara konvensional, melainkan perlu pendekatan baru yang adaptif dan berbasis realitas sosial mutakhir.

Lemahnya Pendidikan Kewarganegaraan di Dunia Pendidikan

Fenomena ini diperparah oleh lemahnya pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di berbagai jenjang pendidikan, yang sering kali hanya berorientasi pada penguasaan materi teoritis tanpa mendorong refleksi kritis maupun aktualisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran yang bersifat hafalan dan tidak kontekstual membuat siswa kehilangan daya tarik terhadap materi yang sejatinya sangat strategis dalam menjaga ketahanan ideologis bangsa.

Padahal, dalam konteks negara multikultural seperti Indonesia, pendidikan kewarganegaraan seharusnya berperan sebagai pilar utama dalam membentuk warga negara yang demokratis, toleran, dan berintegritas tinggi.

Hasil kajian yang dilakukan oleh Dwi Hartono (2022) menegaskan bahwa rendahnya kesadaran bela negara dan lemahnya penginternalisasian nilai kebangsaan di kalangan pelajar merupakan akibat dari ketidaksinambungan antara metode pendidikan dengan realitas digital yang mereka hadapi sehari-hari.

Baca Juga:  SPMB Jakarta 2026 Tak Hanya Sekolah Negeri, Ada 103 Sekolah Swasta Gratis

Kondisi tersebut menjadi semakin kompleks ketika media sosial, sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi digital, justru dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menyebarkan disinformasi, ujaran kebencian, dan ideologi transnasional yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.

Berdasarkan laporan Kominfo tahun 2021, terdapat lebih dari 800 ribu situs di Indonesia yang teridentifikasi sebagai penyebar hoaks, yang sebagian besar beredar melalui Facebook dan WhatsApp.

Di sisi lain, penggunaan teknologi digital sebenarnya dapat menjadi instrumen strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai kewarganegaraan apabila dimanfaatkan secara bijak.

Beberapa peneliti, mengusulkan penggunaan media sosial sebagai alat penguatan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika melalui kampanye digital, konten edukatif, dan gerakan literasi digital berbasis nilai kebangsaan.

Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Harus Dilakukan

Dalam kerangka ini, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya menjadi ruang teoritis, melainkan juga alat praksis untuk menghadirkan semangat kebangsaan di ranah digital.

Maka dari itu, urgensi revitalisasi pendidikan kewarganegaraan menjadi tidak dapat ditawar.

Reformulasi kurikulum yang menekankan pada integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan digital harus segera dilakukan.

Selain itu, pendekatan pedagogis perlu bertransformasi dari model instruksional ke dialogis dan partisipatif, dengan melibatkan siswa dalam diskursus kebangsaan melalui debat, studi kasus, simulasi parlemen, hingga literasi digital.

Strategi ini harus dibarengi dengan pelatihan guru untuk mampu memahami serta mengajarkan isu-isu aktual seperti identitas nasional, globalisasi, dan tantangan ideologi transnasional secara kritis dan kontekstual.

Pendidikan kewarganegaraan tidak boleh hanya berhenti sebagai mata pelajaran formal, tetapi harus menjadi instrumen pembentukan karakter, etika sosial, dan tanggung jawab kolektif sebagai warga negara Indonesia.

Tanpa pembaruan menyeluruh dan kesadaran kolektif, nilai-nilai luhur dalam Pancasila dan semangat keutuhan NKRI akan terus mengalami erosi di tengah derasnya gelombang zaman yang serba cepat dan cair.

Baca Juga:  Simulasi TKA SMP Dimulai Hari Ini, Simak Link dan Caranya!

Artikel opini ini ditulis oleh Mahasiswi Program Studi Matematika Universitas Negeri Jakarta, Hanifah Nailah Fatin.

Referensi:

  • Akbar, R. S., Hutasuhut, M. A., Rifansyah, M. A. A., Dwinanda, M. Y., Shiddiq, M. R. A., Rahardandi, P. G., & Aji, W. P. (2024). Bela Negara Di Era Digital: Tantangan Dan Strategi Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Teknologi. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 8418-8428. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.10783
  • Alfiana, H. N., & Najicha, F. U. (2022). Krisis identitas nasional sebagai tantangan generasi muda di era globalisasi. Jurnal Pendidikan, 9(1), 45-52. https://doi.org/10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p45-52
  • Aulia, L. R., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Mengenal indentitas nasional Indonesia sebagai jati diri bangsa untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8549-8557. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2355
  • Hakim, A. L. (2022). Kewarganegaraan Digital, Penguatan Wawasan Global Warga Negara, Dan Peran Pendidikan Kewarganegaraan Didalamnya. MAARIF Institute, 17(1), 30-47. https://doi.org/10.47651/mrf.v17i1.153
  • Hartono, D. (2020). Fenomena kesadaran bela negara di era digital dalam perspektif ketahanan nasional. Jurnal Lemhannas RI, 8(1), 14-33. https://doi.org/10.55960/jlri.v8i1.301

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending