Connect with us

Berita

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Guna Percepat Penanganan Banjir

BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca 7–11 Juli untuk menekan curah hujan tinggi di Jabodetabek dan mencegah banjir susulan.

Logompn

Published

on

Bnpb lakukan operasi modifikasi cuaca guna percepat penanganan banjir
BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Guna Percepat Penanganan Banjir. Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 9 Juli 2025 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 7–11 Juli 2025 di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Langkah ini diambil untuk menekan intensitas curah hujan yang diprediksi terus meningkat dan berisiko menimbulkan banjir.

Operasi dipusatkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan satu unit pesawat Cessna yang telah disiagakan sejak Senin (7/7).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa operasi dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.

“BNPB per hari ini, Senin 7 Juli 2025, menyiagakan dan men-standby-kan satu pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca. BNPB sudah berkoordinasi dengan BMKG dengan melihat perkiraan cuaca pada hari ini,” jelas Abdul Muhari kepada wartawan pada Senin (7/7).

Ia menambahkan bahwa pesawat akan diterbangkan jika terdeteksi potensi hujan yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi.

“Dan kita harapkan operasi modifikasi cuaca ini bisa menurunkan intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi basah,” ujarnya.

Fokus Pengurangan Risiko Banjir

Operasi ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap tingginya curah hujan dan pasang air laut yang terjadi pada 7 Juli 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir telah merendam 100 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta.

BNPB mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

“Sekali lagi, mari bersama kita siapkan kewaspadaan dan kita tingkatkan kesiapsiagaan berbasis dari individu dan keluarga, agar tentu saja kita bersama bisa mengurangi potensi risiko bencana akibat aspek hidrometeorologi, baik itu kering maupun basah,” tutup Muhari.

(RIF/NID/RAD)

Baca Juga:  Peduli Korban Banjir Bali, Nana Mirdad Sumbang Pakaian dan Sentil Pemprov

Trending