Connect with us

Internasional

Makin Sadis! Israel Serang Markas Jurnalis Al Jazeera di Gaza, 5 Kru Tewas

Lima jurnalis Al Jazeera tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda kru media pada Minggu (10/8).

Logompn

Published

on

Makin sadis! israel serang markas jurnalis al jazeera di gaza, 5 kru tewas
Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif | Gambar: Instagram/@aljazeera

MPN Indonesia 11 Agustus 2025 - Lima jurnalis Al Jazeera tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda kru media di dekat gerbang utama Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, Kota Gaza, pada Minggu (10/8).

Berdasarkan laporan Al Jazeera, serangan ini menewaskan total tujuh orang. Menurut media itu, peristiwa ini merupakan “pembunuhan yang ditargetkan”.

Menurut pernyataan Al Jazeera, serangan terjadi saat para jurnalis berada di dalam tenda khusus media yang terletak di luar gerbang utama RS Al-Shifa.

Lima jurnalis Al Jazeera yang tewas dalam serangan ini adalah dua koresponden Al Jazeera, Anas al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh serta tiga kameramen, yaitu Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa.

Selain kelima jurnalis tersebut, dua orang lain yang belum teridentifikasi secara resmi juga menjadi korban tewas.

Klaim Israel

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi pihaknya menargetkan Anas al-Sharif.

Dalam pernyataan di Telegram, IDF menyebut al-Sharif sebagai kepala sel Hamas yang bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF.

Militer Israel mengklaim memiliki dokumen dan intelijen sebagai bukti keterlibatan al-Sharif dengan Hamas.

kendati demikian, IDF tidak memberikan pernyataan mengenai jurnalis lainnya yang tewas dalam serangan yang sama.

Al Jazeera Kecam Israel

Al Jazeera Media Network mengecam serangan tersebut sebagai “serangan terang-terangan dan terencana lainnya terhadap kebebasan pers”.

Dalam pernyataannya, Al Jazeera menegaskan serangan itu terjadi di tengah dampak kemanusiaan besar akibat perang di Gaza, termasuk pembantaian terhadap warga sipil, kelaparan, dan penghancuran komunitas.

Redaktur pelaksana Al Jazeera, Mohamed Moawad, menyebut al-Sharif sebagai “satu-satunya suara” yang menyampaikan situasi di Gaza kepada dunia.

Baca Juga:  UEA Tanggung Seluruh Biaya Hotel Turis yang Terjebak Konflik Iran vs AS-Israel

Moawad menambahkan para jurnalis tersebut “menjadi target di tenda mereka” padahal tidak meliput dari garis depan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending