Connect with us

Internasional

AS Hentikan Pemberian Visa untuk Orang-orang dari Gaza

Amerika Serikat menghentikan penerbitan visa kunjungan warga Gaza setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan meninjau secara menyeluruh proses dan prosedurnya.

Logompn

Published

on

As hentikan pemberian visa untuk orang orang dari gaza
AS Hentikan Pemberian Visa untuk Orang-orang dari Gaza | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 Agustus 2025 - Amerika Serikat menghentikan seluruh penerbitan visa kunjungan bagi warga Gaza, Palestina, terhitung sejak Sabtu (16/8).

Kebijakan ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS dan mencakup visa medis-kemanusiaan yang selama ini memungkinkan warga Gaza, termasuk anak-anak yang terluka, untuk menjalani perawatan di AS.

“Kami tidak akan bermitra dengan kelompok-kelompok yang bersahabat dengan Hamas. Kami akan menghentikan sementara visa-visa tersebut,” bunyi postingan X @statedept dikutip MPN Indonesia, Senin (18/8).

Langkah ini diambil setelah Departemen Luar Negeri menyatakan akan melakukan peninjauan secara lengkap dan menyeluruh terhadap proses dan prosedur penerbitan visa, menyusul unggahan dari aktivis sayap kanan Laura Loomer bahwa warga Palestina telah memasuki wilayah AS bulan ini.

Penghentian Visa Buntut dari Protes Loomer

Sepanjang tahun 2025, Amerika Serikat telah menerbitkan lebih dari 3.800 visa kunjungan B1/B2 untuk pemegang dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh Otoritas Palestina.

Dari jumlah tersebut, 640 visa diterbitkan pada bulan Mei. Dokumen perjalanan ini berlaku bagi penduduk Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan memungkinkan mereka menjalani perawatan medis di AS.

Namun, setelah unggahan Laura Loomer di platform X yang menyatakan bahwa pengungsi dari Gaza telah masuk melalui San Francisco dan Houston, pemerintah AS segera menghentikan sementara seluruh proses pemberian visa.

“Warga Palestina tersebut melakukan perjalanan dari Gaza ke AS dengan bantuan sebuah kelompok bernama ‘Heal Palestine’. Bagaimana warga Palestina mendapatkan visa di bawah pemerintahan Trump untuk masuk ke Amerika Serikat? Apakah @statedept menyetujui ini? Bagaimana mereka bisa keluar dari Gaza?” tulis Loomer dalam X pada Sabtu (16/8).

Baca Juga:  Update Demo Timor Leste: DPR 'Nyerah', Tunjangan Pensiun hingga 65 Mobil Mewah Batal Dibeli

Loomer, yang dikenal sebagai sekutu Donald Trump, mempertanyakan kebijakan imigrasi AS dan menyebutnya bertentangan dengan prinsip America First.

Lebih dari itu, Loomer juga mengklaim bahwa ia menerima pesan pribadi dari sejumlah senator dan anggota Kongres yang marah terhadap informasi masuknya warga Palestina.

Ia menyebutkan kedatangan warga tersebut di beberapa lokasi seperti Missouri. Tak lama setelahnya, Departemen Luar Negeri mengumumkan penghentian sementara pemberian visa bagi warga Gaza.

Kontroversi Kebijakan Visa Palestina

Langkah AS ini terjadi di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Hingga Agustus 2025, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 61.900 warga Palestina.

Situasi ini menyebabkan kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, termasuk kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dasar.

Reaksi keras pun datang dari sejumlah organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengecam keputusan ini dan menyebutnya sebagai tanda terbaru dari kekejaman yang disengaja dari pemerintahan Trump.

Palestine Children’s Relief Fund (PAL) pun menyoroti dampak kebijakan ini terhadap anak-anak di Gaza.

“Kebijakan ini akan berdampak buruk dan tak terelakkan terhadap kemampuan kami untuk membawa anak-anak yang terluka dan sakit kritis dari Gaza ke Amerika Serikat guna mendapatkan perawatan medis yang menyelamatkan jiwa,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.

Direktur Urusan Pasien Global di Palestine Children’s Relief Fund, Tareq Hailat, menyatakan bahwa keputusan ini sangat menghancurkan bagi anak-anak di Gaza yang membutuhkan evakuasi medis.

“Anak-anak ini tidak dapat mengakses perawatan medis di dalam Gaza, dan karena itu, kami harus mengevakuasi mereka secara medis. Sekarang, hampir mustahil untuk membawa mereka ke Amerika Serikat,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga:  Timnas Iran Tiba di Meksiko usai Beberapa Anggota Ditolak Visanya oleh AS

(ADN/NID/RAD)

Trending